Petani menyiapkan bibit kepiting soka untuk dibudidayakan di pesisir Banda Aceh, Aceh, Rabu (17/6/2026). Pelaku budi daya kepiting soka atau kepiting cangkang lunak menyebutkan sulit mendapatkan bibit pascabencana hidrometeorologi November 2025 sehingga pasokan untuk pasar ekspor ke Malaysia, China dan Singapura yang dijual dengan harga Rp180 ribu per kilogram tidak maksimal. (FOTO : ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Petani membawa bibit kepiting soka untuk dibudidayakan di pesisir Banda Aceh, Aceh, Rabu (17/6/2026). Pelaku budi daya kepiting soka atau kepiting cangkang lunak menyebutkan sulit mendapatkan bibit pascabencana hidrometeorologi November 2025 sehingga pasokan untuk pasar ekspor ke Malaysia, China dan Singapura yang dijual dengan harga Rp180 ribu per kilogram tidak maksimal. (FOTO : ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Petani menyiapkan bibit kepiting soka untuk dibudidayakan di pesisir Banda Aceh, Aceh, Rabu (17/6/2026). Pelaku budi daya kepiting soka atau kepiting cangkang lunak menyebutkan sulit mendapatkan bibit pascabencana hidrometeorologi November 2025 sehingga pasokan untuk pasar ekspor ke Malaysia, China dan Singapura yang dijual dengan harga Rp180 ribu per kilogram tidak maksimal. (FOTO : ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
REPUBLIKA.CO.ID, ACEH -- Petani menyiapkan bibit kepiting soka untuk dibudidayakan di pesisir Banda Aceh, Aceh, Rabu (17/6/2026).
Pelaku budi daya kepiting soka atau kepiting cangkang lunak menyebutkan sulit mendapatkan bibit pascabencana hidrometeorologi November 2025 sehingga pasokan untuk pasar ekspor ke Malaysia, China dan Singapura yang dijual dengan harga Rp180 ribu per kilogram tidak maksimal.
sumber : Antara Foto

2 hours ago
3
















































