Presiden RI Prabowo Subianto mengenalkan CEO Republikorp Norman Joesoef kepada Perdana Menteri India Narendra Modi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wacana reshuffle Kabinet Merah Putih diprediksi bakal terjadi pada Agustus 2026. Posisi yang bakal digantikan adalah Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), yang ditinggalkan Marsekal (Purn) Donny Ermawan Taufanto setelah dilantik menjadi Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).
Nama Norman Joesoef tiba-tiba disebut bakal menduduki posisi Wamenhan. CEO Republikorp tersebut diketahui memiliki rekam jejak di industri pertahanan sejak terlibat ekspor alutsista pada 2013. Meski begitu, keputusan pelantikan ada di tangan Presiden RI.
Analis intelijen dan pertahanan Wawan H Purwanto, menilai, pergantian Wamenhan harus dilihat sebagai kewenangan penuh RI 1 dalam memilih figur yang paling dipercaya. Menurut dia, faktor kepercayaan trust tidak dapat dipisahkan dari kapabilitas dalam menentukan figur yang akan mendampingi Menhan RI.
"Pergantian posisi Wamenhan merupakan hak prerogatif Presiden untuk mendapatkan figur yang paling dipercaya. Parameter ideal yang digunakan adalah faktor trust dan kapabilitas di bidang pertahanan demi menjamin tercapainya kepentingan serta keamanan nasional," ujar Wawan kepada media di Jakarta, Ahad (9/8/2026).

2 hours ago
2











































