Masjid di Austria.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusat Dokumentasi dan Konseling untuk Rasisme Anti-Muslim (Pusat Dokumentasi Austria) melaporkan bahwa rasisme anti-Muslim telah mencapai tingkat tertinggi.
Menurut Laporan Rasisme Anti-Muslim ke-11 yang dipresentasikan pada Kamis lalu, tercatat 1.684 insiden, jumlah tertinggi sejak pusat tersebut didirikan pada tahun 2014.
Ini termasuk kasus pembunuhan yang diduga bersifat anti-Muslim, yang tidak dijelaskan lebih lanjut oleh Pusat Dokumentasi Austria dalam laporannya, dikutip dari laman TRT World, Jumat (12/6/2026)
Menurut organisasi tersebut, para ahli memperkirakan bahwa jumlah sebenarnya kasus rasisme anti-Muslim yang tidak dilaporkan jauh lebih tinggi.
Laporan tahun ini oleh LSM tersebut berjudul “Bukan Kasus Terisolasi, tetapi Sebuah Sistem” dan berfokus pada akar struktural masalah tersebut.
Laporan tersebut meneliti kondisi di mana rasisme anti-Muslim muncul, dilegitimasi, dan menjadi mengakar dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut organisasi tersebut, selain politik dan media, sistem perawatan kesehatan dan hukum juga semakin diawasi ketat.
Laporan tersebut melihat adanya hubungan dengan debat politik, khususnya seputar kebijakan yang disebut "toleransi nol" dari Partai Rakyat Austria (OVP) yang berkuasa, serta diskusi dan pengesahan larangan jilbab bagi anak perempuan di bawah usia 14 tahun.

3 hours ago
3
















































