Puluhan UMKM Binaan LPEU MUI Dilatih untuk Berakselerasi pada Era Keuangan Digital

4 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Puluhan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendapatkan pembekalan dalam seminar bertajuk “UMKM Tangguh 2026: Akselerasi Keuangan Digital, Keamanan Siber, dan Keberlanjutan Usaha Berbasis Zero Waste” di Jakarta, belum lama ini.

MCG Academy yang merupakan bagian dari Marx Consulting Group (MCG) mengadakan seminar yang bertujuan menjadi wadah penting bagi para pelaku UMKM. Mereka dilatih untuk terus meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha di era transformasi digital, mengelola keuangan digital secara efektif, meningkatkan kesadaran terhadap keamanan siber di pasar digital, hingga memperkuat wawasan mengenai investasi dan pengelolaan keberlanjutan usaha. 

Acara yang dibuka oleh Asisten Deputy Kementerian UMKM, Muhammmad Firdaus, dapat terselenggara dari kolaborasi CIMB Niaga Syariah, LPEU MUI, dan Marx Consulting Group. "UMKM saat ini tidak hanya berperan sebagai penggerak roda ekonomi, tapi juga jadi sumber lapangan kerja, pemerataan pendapatan, dan hal-hal lain yang menopang kegiatan usaha negara kita. Ini sejalan dengan program pemerintah terkait ekonomi kerakyatan, yang mengacu kepada kekuatan masyarakat dan pelaku usaha kecil, kata Marx Andryan, founder MCG di pembukaan seminar “UMKM Tangguh 2026: Akselerasi Keuangan Digital, Keamanan Siber, dan Keberlanjutan Usaha Berbasis Zero Waste.” di Jakarta, Senin(25/5/2026).

Seri UMKM Tangguh 2026, hasil kolaborasi MCG Academy dengan UMKM pelaku binaan Lembaga Penggerak Ekonomi Umat (LPEU) MUI dan mendapat sponsor ekslusif CIMB Niaga Syariah yang melakukan demo fitur mobile banking OctoSyaria).

Batch pertama  ini diikuti 40 peserta UMKM berbagai bidang seperti food, snacks, juice, katering, barang rajutan, yang diberi penguatan dalam hal standarisasi produksi, bagaimana pengelolaan keuangan secara digital sekaligus memahami sisi keamanan nya (cyber security), pengenalan aplikasi manajemen sederhana UMKM, perencanaan keuangan sederhana hingga memupuk "mental toughness" para umkm.

Dari 40 peserta UMKM yang mengikuti seminar dan pelatihan ini,  MCG Academy optimis bisa mencapai target 1000 umkm di batch-batch berikutnya  Marx Andryan menambahkan bahwa upaya peningkatan literisasi keuangan seperti training hari ini adalah penting untuk mewujudkan masyarakat yang produktif, mandiri, dan berdaya saing, sehingga memahami pengelolaan dan perencanaan keuangan yang sehat dan bisa bersaing itu. Hal itu sangat penting bagi aku akan dalam menjalankan kegiatan usahanya dari hari kecil bisa menjadi lebih besar.

“Lebih dari 90% pelaku usaha adalah umkm. Oleh karena itu kita MCG Academy ingin mendampingi UMKM agar bisa naik kelas, tanggung untuk memperkuat pondasi ekonomi Indonesia yang sejalan dengan visi dan misi LPE MUI,”kata Marx Andryan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|