Proyek Tol Solo-Jogja di Bantul: 667 Bidang Lunas, 101 Menunggu

4 hours ago 3

 667 Bidang Lunas, 101 Menunggu

Ilustrasi jalan tol, tol jogja-solo - Freepik

Harianjogja.com, BANTUL — Proses pengadaan lahan untuk proyek jalan tol Solo–Jogja–Kulon Progo di wilayah Kabupaten Bantul terus menunjukkan progres signifikan. Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 667 bidang tanah telah menerima pembayaran uang ganti rugi (UGR), sementara 101 bidang lainnya masih dalam antrean pencairan.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bantul, Tri Harnanto, menyampaikan bahwa pembayaran terbaru dilakukan untuk satu bidang tanah seluas 664 meter persegi milik Sumardiyanti di Padukuhan Panggang, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu. Nilai ganti rugi yang dibayarkan mencapai lebih dari Rp1,15 miliar.

Menurut Tri, pembayaran tersebut sejatinya telah dijadwalkan pada Mei 2026, namun harus ditunda karena pemilik lahan sedang menunaikan ibadah haji. Proses pembayaran akhirnya direalisasikan pada akhir Juni setelah yang bersangkutan kembali.

“Ini merupakan pembayaran susulan karena sebelumnya pemilik lahan masih menjalankan ibadah haji,” ujar Tri, Jumat (3/7/2026).

Tak hanya pembayaran, BPN Bantul juga telah menyerahkan hasil pengadaan tanah kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Kementerian Pekerjaan Umum sebagai pengguna lahan. Hingga kini, dari total bidang yang telah dibayarkan, sebanyak 467 bidang sudah resmi diserahkan.

Sementara itu, 200 bidang lainnya masih dalam tahap penyiapan dokumen administrasi sebelum proses serah terima dapat dilakukan.

“Dokumen untuk bidang yang sudah dibayar sedang kami siapkan agar bisa segera diserahkan ke PPK,” jelasnya.

Di sisi lain, kelanjutan pembayaran UGR untuk bidang yang belum terselesaikan masih bergantung pada pencairan anggaran dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Hingga saat ini, BPN Bantul masih menunggu informasi lanjutan dari pihak PPK terkait jadwal pencairan berikutnya.

“Untuk pembayaran berikutnya kami masih menunggu pencairan dari LMAN melalui PPK. Jika sudah ada informasi, proses akan langsung kami tindak lanjuti,” kata Tri.

BPN Bantul menargetkan seluruh proses administrasi terhadap bidang yang telah dibebaskan dapat segera dirampungkan. Dengan demikian, lahan yang sudah siap bisa langsung dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis tersebut.

Proyek jalan tol Solo–Jogja–Kulon Progo sendiri menjadi salah satu proyek prioritas nasional yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar arus logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan DIY dan sekitarnya.

Dengan progres pembebasan lahan yang terus bergerak, percepatan pembangunan fisik proyek ini diharapkan dapat segera terealisasi dalam waktu dekat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|