Ilustrasi rel kereta api.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Harian Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa Turki dan Arab Saudi tengah mendorong pembentukan koridor darat baru untuk transportasi dan perdagangan yang menghubungkan negara-negara Teluk dengan Eropa melalui Suriah dan Yordania.
Proyek ini dinilai dapat menyaingi sekaligus mengabaikan peran Israel dalam proyek India-Middle East-Europe Economic Corridor (IMEC) yang selama ini didukung Tel Aviv.
Dalam laporannya pada Jumat (12/6/2026), dikutip Aljazeera, Sabtu (13/6/2026), surat kabar tersebut menyebut koridor yang diusulkan akan memungkinkan pengiriman barang dari Asia menuju Eropa melalui wilayah Suriah dan Yordania, kemudian terhubung ke Turki sebelum memasuki pasar Eropa.
Jalur ini tidak melewati Israel dan tidak bergantung pada Pelabuhan Haifa yang selama ini menjadi salah satu komponen penting dalam proyek IMEC.
Menurut laporan yang dikutip Anadolu Agency, gagasan koridor baru ini mengemuka di tengah meningkatnya ketidakstabilan jalur-jalur pelayaran strategis di kawasan, terutama di Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandab.
Kedua jalur tersebut menghadapi berbagai tantangan keamanan yang memengaruhi rantai pasok global, terutama setelah meningkatnya ketegangan akibat perang dengan Iran.
Yedioth Ahronoth menyebut Ankara, Riyadh, dan Damaskus berupaya memanfaatkan perubahan geopolitik yang terjadi di kawasan untuk mendorong lahirnya koridor darat alternatif yang menghubungkan Teluk Arab dengan Eropa.
Jika terealisasi, proyek ini berpotensi mengurangi peran yang selama ini ingin dibangun Israel sebagai pusat perdagangan antara Asia dan Eropa.

3 hours ago
3














































