Proyek Jalan Pantura Kudus-Pati-Rembang Dikebut, Logistik Makin Lancar

4 hours ago 4

Proyek Jalan Pantura Kudus-Pati-Rembang Dikebut, Logistik Makin Lancar

Kondisi Jalan Pantura Demak-Semarang, di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengalami banjir rob hampir setiap saat, sehingga mengganggu akses jalan pantura. - Antara

Harianjogja.com, PATI—Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat preservasi Jalan Pantura Kudus-Pati-Rembang guna menjaga kelancaran konektivitas wilayah dan distribusi logistik nasional. Salah satu fokus penanganan saat ini berada di ruas Jalan Lingkar Juwana-Pati, Jawa Tengah, yang menjadi bagian penting koridor Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Percepatan proyek Jalan Pantura Kudus-Pati-Rembang dilakukan sebagai upaya menjaga kualitas jalan nasional yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat dan angkutan barang. Jalur tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi di berbagai daerah di Pulau Jawa.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan pemerintah berkomitmen mempertahankan kondisi jalan nasional agar tetap mantap, aman, dan nyaman dilalui pengguna jalan, khususnya pada ruas dengan volume lalu lintas tinggi seperti Pantura.

"Jalur Pantura merupakan urat nadi konektivitas dan distribusi logistik nasional. Karena itu, kualitas jalan nasional harus tetap terjaga agar aman dilalui masyarakat maupun kendaraan logistik. Kementerian PU terus melakukan preservasi secara berkelanjutan agar kondisi jalan tetap andal dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah," kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Kementerian PU saat ini memusatkan pekerjaan pada ruas Jalan Lingkar Juwana-Pati sepanjang 990 meter dengan lebar 10,5 meter. Penanganan dilakukan melalui rekonstruksi perkerasan rigid atau beton pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan berat akibat tingginya beban kendaraan yang melintas setiap hari.

Pekerjaan diawali dengan pembongkaran perkerasan lama yang rusak, kemudian dilanjutkan dengan perbaikan tanah dasar dan pengecoran beton baru guna meningkatkan kekuatan struktur jalan.

Selain itu, dilakukan pula pengaspalan di Jembatan Lama Juwana serta pekerjaan transisi antara beton lama dan beton baru untuk memastikan kualitas dan kenyamanan pengguna jalan.

Hingga pertengahan Juni 2026, progres preservasi Jalan Pantura Kudus-Pati-Rembang telah mencapai 85 persen. Pekerjaan beton rigid sudah rampung, sementara pekerjaan yang tersisa berupa pengaspalan di atas Jembatan Jeratun dan Jembatan Juwana Lama yang ditargetkan selesai pada pertengahan Juni 2026.

Untuk menjaga mutu konstruksi, pelaksana proyek menerapkan target pengecoran harian sebesar 200 meter kubik beton, dengan total volume pekerjaan mencapai 2.400 meter kubik.

Pengawasan kualitas juga dilakukan secara konsisten di lapangan mengingat ruas Lingkar Juwana-Pati merupakan bagian dari koridor strategis Pantura yang setiap hari dilintasi kendaraan logistik bertonase besar.

Selama pekerjaan berlangsung, BBPJN Jawa Tengah-DI Yogyakarta menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas agar mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Kendaraan kecil seperti sepeda motor dan minibus masih dapat melintas di sekitar lokasi pekerjaan. Sementara kendaraan besar dari arah Rembang menuju Pati diberlakukan pengaturan khusus, terutama di sekitar Jembatan Jeratun yang mengalami penyempitan karena lebar jembatan hanya 7,5 meter.

Adapun kendaraan dari arah Pati menuju Rembang tetap dapat melintas dengan pengaturan petugas di lapangan.

Proyek preservasi Jalan Lingkar Juwana-Pati merupakan bagian dari Paket Preservasi Jalan Kudus-Pati-Rembang Tahun Anggaran 2025-2027 yang didanai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Paket pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp202,9 miliar dengan total panjang penanganan efektif mencapai 14,66 kilometer.

Masa pelaksanaan proyek berlangsung selama 540 hari kalender sejak 11 Desember 2025 hingga 3 Juni 2027. Setelah pekerjaan konstruksi selesai, proyek akan memasuki masa pemeliharaan selama 365 hari kalender hingga 2 Juni 2028.

Melalui percepatan preservasi Jalan Pantura Kudus-Pati-Rembang ini, Kementerian PU berharap kemantapan jalan nasional semakin meningkat sehingga konektivitas antarwilayah, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat terus berjalan optimal.

Kementerian PU juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintasi lokasi pekerjaan, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan di jalur Pantura Kudus-Pati-Rembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|