Proses pemotongan sapi kurban bantuan Presiden Prabowo bernama Sheva di Rumah Potong Hewan (RPH) Ciroyom, Kota Bandung, Rabu (27/5/2026). Sapi jienis Simmental seberat 1,25 ton dari peternak Ujungberung, Kota Bandung ini sudah melewati seleksi ketat oleh pihak Istana Kepresidenan sebelum terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso mengatakan program bantuan hewan qurban presiden yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan hal baru. Menurut dia, penggunaan anggaran negara untuk kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan hal yang lazim dilakukan kepala negara.
"Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat," kata Sugiat di Jakarta, Kamis (28/5/2026).
Ia mengatakan program bantuan qurban presiden telah berlangsung sejak era pemerintahan sebelumnya, bukan hanya pada masa presiden kali ini.
Dengan adanya bantuan hewan qurban tersebut, kata dia, ribuan masyarakat dapat terbantu pada momen Idul Adha.
Sugiat juga menekankan bantuan kepala negara kepada masyarakat tidak hanya diberikan dalam bentuk hewan qurban.
Selama ini, ujar dia, anggaran bantuan Presiden juga digunakan untuk mendukung berbagai sektor lain yang menyentuh kepentingan publik.
"Bukan hanya qurban. Bantuan Presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai fasilitas publik. Jadi, jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru," ujar Sugiat.
sumber : ANTARA

2 weeks ago
25
















































