REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali menganggap Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie sebagai korban setelah diadukan ke Bareskrim Polri. Grace terlilit perkara potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK).
Ali menyampaikan prihatin atas kasus yang diderita Grace. Tapi Ali mempersilahkan Grace mempertanggungjawabkan pernyataannya secara pribadi tanpa melibatkan partai.
"PSI tentunya prihatin dan kemudian kami melihat secara sepihak, kami yakini bahwa mba Grace ini juga salah satu korban. Oke. Korban ketakutan, yang kita takuti selama ini bahwa beredarnya potongan-potongan video itu, kemudian banyak orang yang salah tafsir," kata Ali kepada Republika, Rabu (6/5/2026).
Dalam unggahan video di akun Instagram @gracenat pada 13 April 2026, Grace Natalie memprotes pernyataan JK soal konsep “syahid” dalam potongan video ceramah yang beredar.
"Mba Grace itu salah satu orang yang kemudian korban, karena setelah membaca, mendengar video itu, beliau mengomentari video itu. Oke," ujar Ali.
Ali menyebut potongan video JK rawan disalahtafsirkan. Menurutnya, Grace termasuk korban dari salah tafsir potongan video itu.

1 week ago
23











































