Kurban dan Dam di Tanah Air, Manfaat Konkret dari Jemaah Haji untuk Bangsa

2 hours ago 3

Oleh: Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc (Ketua BAZNAS RI)

REPUBLIKA.CO.ID, Dinamika pelaksanaan ibadah haji, khususnya terkait pembayaran dam adalah rahmat dari Allah SWT yang seharusnya disikapi dengan penuh kecintaan terhadap Tanah Air dan visi kebangsaan yang kuat. Sebelumnya, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mensosialisasikan fatwa yang menetapkan bahwa penyembelihan dan pendistribusian dam boleh dilakukan di Indonesia.

Fatwa ini bukan sekadar keputusan fikih, melainkan starting point bagi transformasi pengelolaan ibadah sosial keagamaan yang lebih berkeadilan, berdaulat, dan berdampak luas bagi rakyat Indonesia.

Sebab, ketika negara mempersembahkan service excellence dalam tata kelola dam, dampaknya akan langsung menyentuh pemberdayaan mustahik Tanah Air, terutama dalam hal perbaikan gizi dan upaya mengatasi masalah stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bangsa ini. Demikianlah bentuk nyata mencintai negeri dengan memberi makan masyarakat yang membutuhkan.

Dalam perspektif cinta Tanah Air dan manajemen modern, langkah BAZNAS untuk membuka opsi layanan penyembelihan dam di dalam negeri merupakan aplikasi nyata dari kemandirian bangsa dalam mengelola rantai pasok (supply chain management) yang holistik. Selama ini, aliran nilai (value stream) dari ibadah dam terputus begitu hewan disembelih di Tanah Suci.

Daging didistribusikan secara lokal di Arab Saudi, sementara mustahik di Tanah Air tidak merasakan manfaat ekonominya. Dengan menggeser lokasi penyembelihan ke Indonesia, kita telah mengambil keputusan strategis: mencintai Tanah Air dengan memberdayakan putra-putri bangsa terlebih dahulu.

Dengan menggeser lokasi penyembelihan ke Indonesia, BAZNAS ikut menciptakan sistem logistik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Ini adalah sebuah wujud nyata dari semangat ketahanan dan kemandirian pangan dan peternakan nasional.

Para peternak lokal dan UMKM binaan BAZNAS menjadi pemasok utama hewan ternak, menciptakan kepastian pasar dan mendorong kenaikan harga jual yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan peternak di desa-desa. Ini bukan sekadar distribusi daging, melainkan sebuah ekosistem ekonomi kerakyatan yang berputar, menguatkan ketahanan pangan dan kemandirian bangsa dari desa-desa.

Komitmen BAZNAS untuk menghadirkan layanan yang transparan, profesional, dan sesuai koridor syariat adalah perwujudan dari cinta Tanah Air melalui tata kelola dana umat yang bertanggung jawab. Sebagai lembaga negara, BAZNAS menjamin setiap tahapan (mulai dari pengadaan hewan dari peternak lokal, proses penyembelihan sesuai syariat di dalam negeri, hingga pendistribusian daging kepada masyarakat miskin di seluruh kepulauan Indonesia) diawasi secara ketat dan akuntabel. Ini adalah wujud nasionalisme dalam beribadah: tidak menggantungkan kebutuhan dam kepada negara lain, tetapi menyelesaikannya dengan kekuatan sendiri.

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|