Seorang tentara berdiri di lokasi serangan udara Israel yang menargetkan sebuah apartemen di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 07 Juni 2026. Setidaknya dua orang tewas dan belasan lainnya terluka dalam serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, menurut kantor berita resmi Lebanon (NNA).
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Sebuah peta yang diunggah oleh sejumlah akun resmi Kementerian Luar Negeri Israel di platform X memicu kontroversi luas.
Pasalnya, peta tersebut memasukkan sebagian wilayah Lebanon Selatan ke dalam wilayah yang digambarkan sebagai bagian dari negara Israel.
Kontroversi ini muncul ketika berbagai pelanggaran Israel di kawasan tersebut masih terus berlangsung.
Peta itu diunggah oleh sejumlah akun, di antaranya akun resmi Kementerian Luar Negeri Israel serta akun seperti “Israel dalam Bahasa Arab” dan “Berdirilah Bersama Kami”.
Menurut Aljazeera, dikutip Selasa (11/8/2026), peta tersebut muncul dalam sebuah unggahan berisi data statistik yang membandingkan tingkat kekurangan gizi di Timur Tengah.
Publikasi itu merupakan bagian dari upaya Israel untuk membantah laporan mengenai kelaparan di Jalur Gaza.
Belakangan, akun-akun Kementerian Luar Negeri Israel menghapus unggahan yang memuat peta tersebut. Namun, tidak ada permintaan maaf ataupun penjelasan resmi mengenai bagaimana peta itu bisa diterbitkan.
Sementara itu, akun pemerintah Israel lainnya tetap mempertahankan peta tersebut ketika reaksi keras dan kecaman politik maupun publik mulai bermunculan di Lebanon.

4 hours ago
5
















































