Israel Tembak Gadis 13 Tahun, Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza

7 hours ago 6

Warga Palestina menyaksikan serangan udara Israel di Jalur Gaza, 28 Juli 2026. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan setidaknya empat orang syahid dalam serangan Israel di berbagai wilayah tersebut pada 28 Juli 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Seorang gadis Palestina meninggal dunia pada Senin (10/8/2026) akibat ditembak pasukan Israel di Gaza, Palestina. Sementara serangan artileri dan serangan lainnya terus terjadi di beberapa wilayah Gaza yang padat penduduk tersebut meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober lalu.

Saba Naim Abdullah al-Hashash (13 tahun) menghembuskan napas terakhirnya akibat luka yang dideritanya. Dua hari sebelumnya gadis kecil tersebut ditembak di bagian kepala oleh pasukan militer di kawasan Al-Iqlimi, Al-Mawasi, sebelah selatan Khan Younis di Gaza Selatan, demikian disampaikan sumber medis kepada Anadolu.

Saksi mata melaporkan bahwa artileri Israel menembaki wilayah di dekat Jalan Al-Tina, sebelah selatan Khan Younis, secara intensif, dikutip dari laman Anadolu Agency, Senin (10/8/2026).

Tank-tank Israel juga melepaskan tembakan gencar ke arah kawasan Qizan Rashwan, di sebelah selatan kota tersebut.

Di Kota Gaza, kapal perang Israel menembaki wilayah pesisir kota, namun belum ada laporan mengenai korban jiwa atau luka-luka.

Militer Israel terus menargetkan warga Palestina di beberapa wilayah Jalur Gaza meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata tanggal 10 Oktober 2025. Tindakan Israel selama kesepakatan gencantan senjata telah membunuh sedikitnya 1.258 warga Palestina dan melukai 4.139 lainnya, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.

Israel telah membunuh lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 orang dalam perang genosida sejak Oktober 2023 hingga saat ini. Genosida yang dilakukan Israel juga telah menyebabkan kehancuran luas yang berdampak pada 90 persen infrastruktur di wilayah Gaza.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|