Peran Orang Tua Penting dalam Pembatasan Media Sosial Anak

5 hours ago 1

Psikiater: Kedekatan orang tua dengan anak berperan dukung PP Tunas.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Psikiater dari Rumah Sakit Jiwa Bangli, Bali, dr Made Wedastra SpKJ (K), menekankan pentingnya kedekatan hubungan antara orang tua dengan anak dalam mendukung pembatasan penggunaan media sosial. Pernyataan ini disampaikan pada Sabtu di Denpasar, Bali.

Menurut dr Made Wedastra, hubungan yang baik antara orang tua dan anak dapat membantu memberikan pemahaman kepada anak mengenai pembatasan media sosial. Ia mengingatkan bahwa tanpa komunikasi dan hubungan emosional yang baik, bisa jadi anak justru menjadi pemberontak.

Dokter lulusan Universitas Udayana ini menjelaskan bahwa anak-anak dari generasi Z dan Alfa lahir di era digital, sehingga hampir semua aspek kehidupan mereka berkaitan dengan digitalisasi. Oleh karena itu, pembatasan media sosial harus dilakukan dengan pendampingan orang tua untuk menghindari dampak negatif seperti emosional tidak stabil dan rendahnya rasa percaya diri.

Risiko Penggunaan Gawai yang Berlebihan

Dr Made juga menyoroti bahwa penggunaan gawai yang berlebihan dapat mengganggu perkembangan sosial emosional anak. Ia menyarankan agar anak di bawah dua tahun tidak terpapar gawai sama sekali, sementara untuk anak usia 2-6 tahun dibatasi kurang dari satu jam per hari dengan pendampingan orang tua. Sedangkan untuk anak di atas enam tahun, pemakaian gawai sebaiknya maksimal dua jam sehari.

Anak di bawah usia 12 tahun masih dalam tahap perkembangan sosial dan emosional, sehingga stimulasi berlebihan dari gawai bisa membuat mereka terlalu fokus pada media sosial. Efeknya, anak bisa menjadi mudah marah, mengalami masalah perilaku, dan kesulitan berkonsentrasi.

Selain itu, dr Made mengingatkan bahwa sinar biru dari gawai dapat mempengaruhi kesehatan mata dan mengganggu pola tidur anak.

Aktivitas Alternatif untuk Anak

Untuk menghindari kecanduan gawai, dr Made menyarankan agar orang tua mengajak anak melakukan aktivitas sesuai usia mereka. Misalnya, untuk anak di bawah lima tahun dapat diajak bermain lego atau olahraga ringan. Kegiatan positif lainnya meliputi membaca buku, melukis, atau berkebun bersama.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|