Makassar Olah Sampah Jadi Energi Listrik Melalui PSEL

5 hours ago 1

Ratusan ton sampah di Makassar, Gowa, dan Maros akan diolah menjadi energi listrik melalui PSEL, menghasilkan 20-25 MW listrik.

Sampah tiga daerah di Sulsel diubah jadi energi listrik melalui PSEL.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Ratusan ton sampah di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, akan diolah menjadi tenaga listrik melalui Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek ini dimulai dengan perjanjian kolaborasi lintas daerah yang disaksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Makassar, Sabtu.

Program ini bertujuan untuk mengatasi timbunan sampah yang mencapai hampir 2.000 ton per hari di tiga daerah tersebut. Menurut Hanif Faisol Nurofiq, solusi tercepat adalah melalui waste to energy yang telah dipayungi oleh Peraturan Presiden Nomor 109. Fasilitas PSEL diproyeksikan mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari, dengan sumber sampah dari Kota Makassar sebanyak 800 ton, Kabupaten Gowa 150 ton, dan Kabupaten Maros 50 ton.

Pengolahan sampah ini diharapkan menghasilkan energi listrik sebesar 20 hingga 25 MegaWatt, tergantung pada kualitas sampah yang diolah. Namun, Pemerintah Kota Makassar masih perlu meningkatkan kapasitas pengangkutan sampah yang baru mencapai 67 persen untuk memaksimalkan layanan.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional yang dirancang untuk mengatasi masalah sampah di Indonesia secara sistemik, sebagaimana dijelaskan oleh Hanif Faisol Nurofiq. Proyek ini diharapkan dapat memotong generasi pengelolaan sampah saat ini dan mengurangi timbunan sampah harian hingga 20 persen.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyatakan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk memastikan pengelolaan sampah tidak dilakukan secara parsial, melainkan melalui kerja sama antarwilayah dengan pendekatan aglomerasi.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|