Pendapat Ali Saat Ditanya Abu Bakar Soal Hukuman Bagi Pelaku Homoseksual

8 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, Sayyidina Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu anhu dikenal sebagai sahabat Nabi Muhammad SAW yang memiliki keteguhan prinsip dalam menjaga syariat dan akhlak umat.

Ketegasan itu tampak dalam sebuah peristiwa pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar Radhiyallahu anhu ketika muncul laporan mengenai praktik homoseksual di wilayah pedalaman. Dalam musyawarah yang digelar untuk menentukan hukuman bagi pelaku, Ali bin Abu Thalib menyampaikan pandangan yang paling tegas di antara para sahabat lainnya.

Dalam sejarah Islam, ketegasan Sayyidina Ali bin Abu Thalib terhadap kemunkaran tercatat begitu kuat dan tak tergoyahkan. Ia bukan hanya dikenal sebagai panglima yang gagah dan ahli ilmu yang dalam, tetapi juga sebagai penjaga kemurnian akhlak umat di masa-masa awal Islam.

Salah satu peristiwa yang menunjukkan keteguhan sikap Ali bin Abu Thalib adalah ketika Khalid bin Al-Walid melaporkan kepada Khalifah Abu Bakar tentang adanya praktik homoseksual di wilayah pedalaman. Saat para sahabat diminta pendapat oleh khalifah, Ali bin Abu Thalib tampil dengan pandangan paling tegas.

Ali bin Abu Thalib menegaskan bahwa perbuatan itu (homoseksual/ liwaṭ) adalah dosa besar yang pernah membuat umat Nabi Luth dibinasakan oleh Allah SWT. Dengan dasar itu,  keponakan Rasulullah SAW itu berpendapat bahwa pelaku kejahatan semacam itu pantas dijatuhi hukuman berat, sebagaimana azab yang ditimpakan kepada kaum Nabi Luth.

Dikutip dari buku Imamul Muhtadin yang ditulis HMH Al-Hamid Al-Husaini, berikut Riwayat lengkap yang menggambarkan ketegasan Ali bin Abu Thalib menghukum pelaku homoseksual.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|