Pemkot dan Pemkab Harus Ikut, KDM Targetkan Jabar Bebas Kabel Semrawut 2029

1 week ago 26

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan keterengan pers usai kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 di Bale Gede Pakuan Kota Bandung, Rabu (15/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memfokuskan penataan infrastruktur pada satu persoalan yang paling kasat mata. Yakni, kabel semrawut di ruang publik.

Gubernur yang akrab disapa KDM itu mengatakan, praktik pemasangan kabel yang tidak tertib harus diakhiri dan diganti dengan sistem bawah tanah (underground) secara menyeluruh.

“Saya tidak ingin lagi melihat kabel bergelantungan di jalan-jalan kota. Itu merusak wajah kota dan berbahaya,” katanya, Selasa (5/5/2026).

Ia menargetkan seluruh jaringan kabel telekomunikasi dan listrik di pusat-pusat kota Jawa Barat sudah tertata rapi melalui sistem bawah tanah pada 2029. “Target kita jelas, 2029 kota-kota di Jawa Barat sudah bebas dari kabel semrawut,” ujarnya.

Penataan akan dimulai dari kawasan Gedung Sate di Bandung sebagai etalase pemerintahan. Selanjutnya, penataan diperluas ke wilayah perkotaan lain, seperti Karawang, dengan melibatkan operator telekomunikasi dan asosiasi terkait.

“Kita mulai dari pusat dulu, dari Gedung Sate. Itu simbol. Kalau di sana rapi, daerah lain harus ikut,” tegas KDM.

Menurutnya, persoalan kabel bukan hanya soal estetika. Namun juga menyangkut keselamatan dan efisiensi tata kota.

“Kabel yang tidak tertata itu rawan putus, rawan kebakaran, dan membahayakan masyarakat. Ini bukan sekadar soal enak dilihat, tapi soal keamanan,” ucapnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|