Kontribusi pajak dari Bandung Zoo mencapai angka Rp 1 miliar, ini merupakan hasil dari pembenahan internal.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemkot Bandung tengah melakukan uji kelayakan lembaga konservasi yang hendak mengelola Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo selama proses lelang berlangsung hingga akhir Mei. Mereka menyebut proses seleksi dilakukan secara detail sebab menyangkut berbagai aspek penting.
“Hingga kini proses lelang pengelolaan Bandung Zoo terus dikebut dan ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026. Kita tidak bisa menyederhanakan proses ini karena menyangkut banyak aspek penting,” ucap dia, Kamis (14/5/2026).
Ia menyebut pihaknya juga telah memperpanjang nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kehutanan terkait penanganan satwa dan keberlanjutan operasional kebun binatang. Hal itu dilakukan untuk memastikan perlindungan satwa serta nasib para pekerja tetap terjamin selama masa transisi.
Apabila hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada pengelola yang memenuhi syarat, ia mengatakan pengelolaan Bandung Zoo berpotensi diambil alih pemerintah pusat. Namun, pihaknya berharap tetap terdapat peran daerah.
Farhan menambahkan Pemkot Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersepakat pengelolaan kebun binatang dilakukan melalui skema kolaborasi pemerintah daerah. Namun, terdapat sejumlah kendala regulasi yang harus dipenuhi.
“Kalau pemerintah yang langsung mengelola, harus melalui BUMD. Nah, BUMD ini harus mengurus izin konservasi dulu. Itu prosesnya tidak sederhana,” kata dia.
Sementara itu, CEO Faunaland Indonesia, Danny Gunalen mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai program pengembangan berbasis edukasi dan konservasi satwa untuk di Bandung Zoo apabila terpilih. Ia optimis karena memiliki rekam jejak pengalaman dan program yang diunggulkan.
“Kami berharap jika diberi kepercayaan untuk mengelola Bandung Zoo akan dijalankan sesuai program yang kami ajukan,” kata dia.
Ia mengatakan konsep yang diusung mengedepankan pengalaman interaktif bagi pengunjung sekaligus mendukung program edukasi Gerakan Reksawana Ilmu Pengetahuan Flora dan Fauna. “Konsepnya adalah city zoo berbasis edukasi dan konservasi," kata dia.
Ia menyebut hal itu dilakukan di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur. Dua hektare akan menjadi area walk-in zoo, sedangkan delapan hektare lainnya dikembangkan menjadi safari friendly dengan satwa jinak untuk masyarakat.

3 hours ago
1
















































