Muslim di Fujisawa Kesulitan Membangun Masjid, Jepang Hadapi Ancaman Islamofobia

1 week ago 22

Masjid Indonesia Tokyo, Jepang ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO— Kota Fujisawa di selatan Tokyo tengah menghadapi perdebatan yang semakin memanas terkait rencana pembangunan sebuah masjid.

Kasus ini mencerminkan meningkatnya ketegangan di Jepang antara kebutuhan terhadap tenaga kerja asing dan menguatnya wacana nasionalisme yang menolak imigrasi.

Perdebatan tersebut muncul di tengah krisis penurunan populasi yang dihadapi Jepang, yang mendorong pemerintah membuka lebih banyak peluang bagi pekerja asing, terutama dari negara-negara Asia.

Jumlah umat Islam di Jepang saat ini diperkirakan mencapai sekitar 360 ribu orang. Angka itu meningkat tajam dibandingkan era 1980-an.

Populasi Muslim di negara tersebut ketika itu hanya berjumlah beberapa ribu orang. Sementara itu, jumlah warga asing di Jepang telah melampaui 4 juta jiwa pada 2025.

Gagasan pembangunan masjid di Fujisawa bermula pada 2021, saat komunitas Muslim setempat membentuk kelompok untuk membeli lahan seluas sekitar seribu meter persegi.

Mereka berencana membangun masjid yang ditargetkan selesai pada 2027 guna memenuhi kebutuhan komunitas Muslim yang terus berkembang di wilayah tersebut.

Namun proyek itu muncul bersamaan dengan menguatnya kelompok kanan konservatif di Jepang, terutama Partai Sanseito yang mengusung slogan “Jepang untuk Orang Jepang”.

Partai tersebut dikutip dari Aljazeera, Ahad (10/5/2026), mencatat peningkatan dukungan politik pada pemilu 2025.

Selain itu, naiknya tokoh nasionalis Sanae Takaichi juga dinilai memperkuat kekhawatiran terhadap meningkatnya retorika anti-asing di Jepang.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|