REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan, isu Palestina menjadi ujian bagi PBB, termasuk Dewan Keamanan (DK). Hal itu disampaikannya ketika berpartisipasi dalam debat terbuka DK PBB di New York, Amerika Serikat.
Sugiono mengungkapkan, debat DK PBB, yang dipimpin Menlu Cina Wang Yi, mengusung tema "Upholding the Purposes and Principles of the UN Charter and Strengthening the UN Centered-International System".
Menurut Sugiono, inti dari debat tersebut adalah melakukan evaluasi dalam rangka memperkuat PBB dan reformasi sistem multilateral.
"Kalau dalam bahasa yang lebih mudah, kita menganggap bahwa relevansi dari PBB ini harus disesuaikan dengan keadaan zaman yang terjadi. Karena kita ketahui bersama pada saat didirikan situasinya adalah situasi pasca Perang Dunia II waktu itu," kata Sugiono dalam keterangannya yang dirilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Rabu (27/5/2026).
Sugiono mengungkapkan, delapan dekade setelah PBB berdiri, dunia telah mengalami banyak perubahan. Hal itu termasuk konflik dan potensi titik-titik konflik yang belum teratasi sepenuhnya. "Indonesia juga kembali menekankan bahwa Palestina merupakan satu tes terhadap PBB, kepercayaan yang diberikan kepada PBB," ujar Sugiono.
Menurut dia, dunia telah menyaksikan perjuangan, termasuk kekerasan dan penderitaan yang dialami rakyat Palestina. "Kita menggarisbawahi lagi bahwa kemerdekaan rakyat Palestina berdasarkan solusi dua negara merupakan sesuatu yang mutlak harus dicapai, dan untuk ini tentu saja peran PBB, peran Dewan Keamanan, merupakan sesuatu yang sangat instrumental dalam rangka mencapai tujuan tersebut," ucapnya.

2 weeks ago
26
















































