Syarifuddin seusai dilantik sebagai pengurus Baznas Pusat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tidak banyak yang menyangka, dari sebuah desa kecil di Pulau Bawean, lahir sosok yang kini ikut menentukan arah kebijakan zakat nasional.
Namanya Syarifuddin, putra Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik. Ending, sapaan akrabnya, kini dipercaya menjadi salah satu pimpinan pusat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) periode 2026–2031.
Bagi masyarakat Bawean, kabar ini bukan sekadar berita biasa. Ini semacam cerita inspiratif tentang anak pulau yang tumbuh sederhana, ditempa pesantren, aktif di organisasi, lalu perlahan menapaki panggung nasional.
Pada Selasa (10/3/2026) hari ini, ia resmi menerima Surat Keputusan (SK) dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) periode 2026–203.
SK tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar di Operation Room Gedung Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta.
Usai menerima SK itu, Ending pun menerima banyak ucapan selamat atas amanah baru yang telah diembannya tersebut.
"Alhamdulillah saudaraku semua...mohon doanya selalu amanah dan manfaat untuk umat," ujar Ending membalas ucapan selamat dari seluruh warga Bawean yang tinggal di Jakarta.
Bagi banyak orang Bawean, pencapaian ini terasa sangat personal. Seolah-olah pulau kecil mereka kini punya “wakil” di level kebijakan nasional.
Kehadiran Syarifuddin di Baznas juga dianggap penting karena ia membawa perspektif akar rumput—perspektif yang memahami langsung kehidupan masyarakat kecil, termasuk di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

4 hours ago
3
















































