Personel layanan darurat memeriksa kerusakan di lokasi sebuah bangunan yang terkena rudal Iran di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Iran akan menargetkan kepentingan ekonomi dan perbankan yang terkait dengan AS dan Israel di wilayah tersebut. Pengumuman ini setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap bank Iran, kata juru bicara markas komando militer Khatam al-Anbiya di Teheran pada Rabu.
Sebuah gedung administrasi yang terkait dengan Bank Sepah, salah satu bank umum terbesar di negara itu dan memiliki hubungan historis dengan militer, dihantam semalam di Teheran, menurut kantor berita semi-resmi Mehr.
“Setelah kampanye mereka gagal, tentara teroris AS dan rezim Zionis (Israel) yang kejam telah menargetkan salah satu bank di negara tersebut,” kata Ebrahim Zolfaqari yang dikutip media pemerintah.
“Dengan tindakan yang tidak sah dan tidak biasa ini, musuh memaksa kita untuk menargetkan pusat-pusat ekonomi dan bank-bank yang terkait dengan AS dan rezim Zionis di wilayah tersebut,” tambahnya. Juru bicaranya memperingatkan masyarakat di wilayah tersebut untuk menjauh 1.000 meter dari bank.
Iran juga akan mengincar perusahaan teknologi AS. Kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran merilis daftar kantor dan infrastruktur yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan top AS serta memiliki hubungan dengan Israel dan teknologinya digunakan untuk aplikasi militer. Tasnim menyebutnya sebagai 'target baru Iran'.
“Seiring dengan meluasnya cakupan perang regional ke perang infrastruktur, cakupan target sah Iran pun meluas,” kata kantor berita tersebut.
Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk Google, Microsoft, Palantir, IBM, Nvidia, dan Oracle, dan kantor serta infrastruktur untuk layanan berbasis cloud yang terdaftar berlokasi di beberapa kota di Israel, serta di beberapa negara Teluk.
AS diketahui melakukan serangan ke Iran dengan bantuan akal imitasi (AI). Ini agaknya jadi alasan sektor teknologi jadi sasaran.

4 hours ago
3

















































