Militer Amerika Serikat (AS) mulai memindahkan sebagian sistem pertahanan antirudal Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) yang kontroversial ke lokasi penempatannya di Korea Selatan, Rabu (26/4).
REPUBLIKA.CO.ID,SEOUL — Amerika Serikat (AS), sekutu utama keamanan Korea Selatan, dilaporkan mulai memindahkan sebagian aset sistem pertahanan udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dari Semenanjung Korea menuju Timur Tengah. Langkah ini memicu kekhawatiran mengenai celah keamanan di wilayah tersebut, meskipun Seoul berupaya menenangkan publik.
Washington saat ini menempatkan sekitar 28.500 tentara serta berbagai sistem pertahanan udara dan rudal di Korea Selatan guna menangkal potensi agresi dari Korea Utara yang bersenjata nuklir. Namun, laporan The Washington Post pekan ini menyebutkan bahwa eskalasi di Timur Tengah telah memaksa Pentagon merelokasi aset-aset strategisnya, tulis france24.com.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyatakan bahwa postur pertahanan mereka terhadap Korea Utara tetap solid, terlepas dari pemindahan aset Pasukan Amerika Serikat di Korea (USFK) tersebut.
"Terlepas dari apakah aset USFK tertentu dikerahkan ke luar negeri, tidak ada masalah sama sekali dengan postur pencegahan kami terhadap Korea Utara, mengingat tingkat kapabilitas militer yang kami miliki," tulis pernyataan resmi Kemenhan Korsel kepada AFP, Rabu (11/3/2026).
Meski demikian, pihak kementerian enggan mengonfirmasi secara rinci laporan mengenai penarikan sistem rudal yang dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak pendek hingga menengah tersebut.

3 hours ago
2

















































