Pentagon Akui Serangan Iran Hantam 150 Tentara AS

2 hours ago 2

Tim pembawa Angkatan Darat AS memindahkan jenazah tentara AS yang tewas akibat balasan Iran di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Delaware, AS, 9 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Markas besar Departemen Pertahanan AS mengatakan pada Selasa bahwa sekitar 150 anggota militer AS terluka dalam konflik dengan Iran. Angka ini menunjukkan masifnya balasan Iran ke pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.

Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt membenarkan laporan dari Reuters yang mengatakan sebanyak 150 tentara terluka sejak operasi militer dimulai lebih dari seminggu yang lalu. Ia menegaskan bahwa angka ini baru perkiraan kasar. 

Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan bahwa delapan tentara AS “terluka parah,” dan mencatat bahwa sebagian besar cedera ringan, dengan 108 anggota militer kembali bertugas.

Angka-angka ini adalah gambaran pertama mengenai jumlah korban luka yang lebih luas yang diderita oleh pasukan AS setelah rentetan serangan roket dan drone balasan dari Iran yang juga menewaskan tujuh tentara di Kuwait dan Arab Saudi.

PBS melaporkan, perkiraan yang dikirim Pentagon ke Kongres tampaknya tidak mencakup pengeluaran terkait perang lainnya selain amunisi. Penghitungannya lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya oleh analis luar, dan jumlah hariannya diperkirakan akan berfluktuasi. Perang saat ini sudah memasuki hari ke-11.

Pemerintahan Trump mengatakan pihaknya mungkin akan mencari dana perang tambahan dari Kongres, namun beberapa anggota parlemen bersikeras bahwa mereka akan menolak menyetujui dana tambahan untuk Pentagon.

RUU Pertahanan tahunan mengirimkan sekitar 838 miliar dolar AS ke Pentagon awal tahun ini dan Departemen Pertahanan diberikan dana tambahan sebesar 150 miliar dolar AS tahun lalu sebagai bagian dari RUU keringanan pajak besar Trump yang menjadi undang-undang.

“Saya mempunyai lebih banyak pertanyaan daripada jawaban, terutama mengenai dampak perang,” Senator Richard Blumenthal, D-Conn., mengatakan kepada wartawan setelah pengarahan rahasia di hadapan Komite Angkatan Bersenjata Senat.

Potensi pengerahan pasukan darat Amerika untuk mencapai tujuan pemerintahan Trump adalah kekhawatiran terbesar Blumenthal. Dia juga khawatir tentang Rusia dan China yang membantu Iran.

“Rakyat Amerika berhak mengetahui lebih banyak dari apa yang telah diberitahukan oleh pemerintahan ini kepada mereka mengenai dampak perang, bahayanya bagi putra dan putri kita, dan potensi eskalasi lebih lanjut,” kata Blumenthal.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|