Eks Komandan Garda Revolusi Ini Prediksi Nasib Trump Akibat Perangi Iran

3 hours ago 2

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Senin (23/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Anggota Majelis Pengambil Keputusan Kepentingan Sistem dan mantan komandan Korps Garda Revolusi Iran, Mohsen Rezaei, mengaitkan hasil perang Amerika-Israel terhadap Iran dengan pemilihan presiden Amerika Serikat yang akan datang.

Rezaee mengatakan dalam sebuah postingan di akunnya di platform X, Selasa (11/3/2026), bahwa akhir dari perang ini akan mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan dan sistem internasional demi kepentingan Iran.

Pejabat Iran itu mengancam Presiden AS Donald Trump bakal mengalami nasib yang sama seperti mantan Presiden Jimmy Carter, meskipun Trump lagi menjalani masa jabatan keduanya, beda dengan Carter yang waktu itu sedang di akhir masa jabatan pertamanya.

Mengingat "krisis sandera" dan kejatuhan Carter

Pengingat Rezaee akan nama Jimmy Carter menegaskan Teheran masih memandang masalah sandera dan krisis regional sebagai alat yang efektif untuk mengalahkan presiden Amerika Serikat dalam pemilihan umum.

Rezaee memperkirakan nasib Carter akan terulang pada Trump, dengan merujuk secara jelas pada 1980, ketika krisis sandera di kedutaan Amerika di Teheran menyebabkan popularitas Carter merosot dan kekalahannya dalam pemilihan umum dari Ronald Reagan.

Presiden Carter saat itu bertepatan dengan Revolusi Islam di Iran pada 1979, yang membentuk lompatan kualitatif dalam hubungan Teheran dengan Washington.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|