Masyarakat Nagan Raya Tolak Tambang Emas di Beutong Ateuh

2 weeks ago 31

Warga surati Presiden untuk tolak tambang emas di Beutong Ateuh Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, NAGAN RAYA, – Masyarakat Beutong Ateuh bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil, termasuk komunitas Pawang Uteun dan Yayasan APEL Green Aceh, menyurati Presiden Prabowo Subianto untuk menolak rencana tambang emas di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Penolakan ini didasari kekhawatiran terhadap ancaman kerusakan hutan dan potensi bencana ekologis.

Direktur Yayasan APEL Green Aceh, Rahmat Syukur, menyatakan surat tersebut merupakan bentuk keprihatinan atas potensi deforestasi, hilangnya sumber mata air, dan rusaknya bentang alam pegunungan jika tambang emas diizinkan. Menurutnya, kawasan ini memiliki nilai ekologis penting yang perlu dilindungi demi keseimbangan lingkungan global.

Syukur menambahkan bahwa langkah ini mendesak agar negara melindungi Beutong Ateuh dari eksploitasi industri ekstraktif. Ia menegaskan bahwa kawasan tersebut seharusnya bebas dari tambang emas setelah adanya Putusan Mahkamah Agung Nomor 91.K/TUN/LH/2020. Namun, izin tambang kembali muncul, melukai rasa keadilan masyarakat yang baru saja pulih dari banjir bandang.

Ismail dari komunitas Pawang Uteun menekankan bahwa hutan adalah bagian dari sejarah dan jati diri masyarakat Beutong Ateuh. Kehilangan hutan berarti kehilangan warisan leluhur dan masa depan generasi mendatang. Dukungan terhadap penyelamatan hutan ini terus mengalir dari berbagai jaringan masyarakat sipil, baik nasional maupun internasional.

Teungku Diwa, tokoh masyarakat setempat, mengingatkan bahwa masyarakat Beutong Ateuh masih trauma akibat banjir bandang yang melanda pada November tahun lalu. Bencana tersebut merusak rumah, kebun, dan mengakibatkan sungai meluap. Tambang emas hanya akan memperbesar risiko bencana serupa di masa depan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|