PM Malaysia Angkat Bicara soal Penculikan 100 Aktivis Kemanusiaan: Israel Biadab

2 hours ago 1

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (27/6/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim angkat bicara terkait penahanan 100 orang relawan termasuk dari Malaysia dan Indonesia oleh Israel. Dia mengutuk keras kejahatan Israel itu.

"Rezim biadab Zionis Israel  telah pun menahan lebih 100 orang aktivis termasuk 16 aktivis dari Malaysia yang terlibat dalam misi aman membela kemanusiaan. Tindakan kurang ajar rezim jahat ini terhadap terhadap misi bantuan kemanusiaan ini bukan saja mencabuli hak asasi manusia dan undang-undang antarabangsa, malah memperlihatkan kerakusan rezim Zionis dalam menutup ruang bantuan," ujar Anwar dikutip dari akun instagramnya, Senin (18/5/2026).

Anwar menuding Israel telah menyekat suara kemanusiaan dan menindas siapa saja yang bangkit mempertahan dan membela rakyat Palestina.

"Malaysia lantas mengecam sekeras-kerasnya tindakan tersebut dan menuntut jaminan keselamatan serta pembebasan segera kesemua aktivis yang ditahan," ujar Anwar.

Anwar mengingatkan dunia tidak boleh terus tunduk kepada kezaliman dan kebobrokan Israel. Penindasan atas warga Palestina dan kepada mereka yang menggerak serta membawa bantuan kemanusiaan mesti dihentikan segera

Sebelumnya diberitakan, pasukan zionis Israel menangkap sekitar 100 aktivis kemanusiaan yang sedang berlayar menuju Jalur Gaza, Palestina, di perairan internasional. Di antara mereka yang ditangkap militer Zionis tersebut ialah jurnalis Republika, Bambang Noroyono, yang berada di kapal Moralize.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|