MacBook Neo Resmi Dibuka Pre-Order di Indonesia, Harga Mulai Rp10 Juta

6 hours ago 5

Jumali

Jumali Jum'at, 15 Mei 2026 11:47 WIB

Harianjogja.com, JOGJA— Apple akhirnya membuka pre-order MacBook Neo di Indonesia mulai Jumat (15/5/2026). Laptop anyar dengan chip A18 Pro itu langsung mencuri perhatian karena disebut menjadi MacBook termurah yang pernah dirilis Apple.

Pemesanan awal dilakukan melalui sejumlah Apple Authorized Reseller (AAR) di Indonesia, mulai dari BliBli melalui Hello Store, iBox, Erafone, hingga Digimap. Antusiasme konsumen diperkirakan tinggi karena MacBook Neo membawa sejumlah fitur baru dengan banderol yang jauh lebih rendah dibanding seri MacBook sebelumnya.

Sorotan terbesar tentu datang dari harga. Berdasarkan bocoran yang beredar, MacBook Neo varian dasar dengan RAM 8GB dan penyimpanan 256GB diperkirakan dijual mulai kisaran Rp10 jutaan di Indonesia.

Angka tersebut jauh lebih murah dibanding mayoritas lini MacBook lain yang selama ini identik dengan harga premium. Di pasar Amerika Serikat, laptop ini dibanderol mulai USD599 atau sekitar Rp10,4 jutaan.

Namun calon pembeli tetap perlu memperhatikan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Penguatan dolar dalam beberapa hari terakhir berpotensi membuat harga resmi di Indonesia sedikit lebih tinggi dibanding bocoran awal.

Dari sejumlah reseller resmi Apple, baru BliBli dan Hello Store yang mengumumkan detail promo pre-order secara terbuka. Konsumen ditawarkan cicilan 0 persen hingga 24 bulan tanpa biaya administrasi, program perlindungan perangkat sampai 36 bulan, serta opsi tukar tambah perangkat lama.

Strategi penjualan omnichannel yang diterapkan BliBli dan Hello Store juga menjadi nilai tambah tersendiri. Konsumen dapat memilih transaksi online maupun langsung datang ke toko fisik untuk melihat perangkat sebelum membeli.

MacBook Neo sendiri hadir dengan pendekatan desain yang lebih segar dibanding generasi MacBook sebelumnya. Apple menyediakan empat pilihan warna baru, yakni blush, indigo, silver, dan citrus.

Nuansa warna tersebut bahkan dibuat selaras dengan Magic Keyboard serta wallpaper bawaan sistem operasi. Langkah ini menunjukkan Apple mulai menyasar pengguna muda dan pasar entry-level yang lebih luas.

Dari sisi desain, laptop ini tetap mempertahankan karakter premium khas Apple. Bodinya menggunakan material aluminium ringan dengan bobot hanya sekitar 1,2 kilogram sehingga mudah dibawa bepergian.

MacBook Neo menggunakan layar Liquid Retina 13 inci dengan resolusi 2408 x 1506 piksel. Panel tersebut mendukung tampilan hingga satu miliar warna, tingkat kecerahan 500 nits, dan lapisan anti-reflektif untuk menunjang kenyamanan penggunaan di berbagai kondisi pencahayaan.

Salah satu fitur paling menarik adalah absennya kipas pendingin. Apple mengandalkan efisiensi chip A18 Pro sehingga laptop tetap bekerja senyap tanpa menghasilkan panas berlebih.

Chip A18 Pro menjadi senjata utama MacBook Neo. Prosesor yang sebelumnya dipakai di iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max itu diklaim mampu memberikan peningkatan performa signifikan untuk aktivitas harian maupun kebutuhan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Apple menyebut performa browsing web MacBook Neo bisa 50 persen lebih cepat dibanding laptop Windows populer dengan Intel Core Ultra 5. Untuk pemrosesan AI, performanya bahkan diklaim mencapai tiga kali lebih cepat.

Laptop ini juga mendukung berbagai kebutuhan kreatif seperti editing foto, bermain game, hingga multitasking tanpa hambatan berarti. Neural Engine 16-core di dalam chip A18 Pro memungkinkan fitur Apple Intelligence berjalan lebih optimal.

Pengguna nantinya dapat menikmati fitur AI seperti merangkum catatan otomatis, membersihkan objek pada foto melalui fitur Clean Up, hingga meningkatkan produktivitas sehari-hari dengan sistem pintar khas Apple.

Senior Vice President Hardware Engineering Apple, John Ternus, menyebut MacBook Neo dirancang untuk membawa pengalaman Mac ke lebih banyak pengguna dengan harga lebih terjangkau.

Selain performa, daya tahan baterai juga menjadi salah satu nilai jual utama. Apple mengklaim MacBook Neo mampu bertahan hingga 16 jam dalam sekali pengisian daya.

Dengan kombinasi harga murah, desain ringan, fitur AI, dan baterai tahan lama, MacBook Neo diprediksi menjadi pesaing serius laptop Windows di kelas entry-level hingga menengah.

Kini pertanyaannya tinggal satu: apakah MacBook Neo benar-benar akan menjadi “game changer” baru di pasar laptop Indonesia, atau justru calon pembeli masih memilih menunggu ulasan pengguna pertama sebelum memutuskan membeli?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|