Pemerintah Targetkan Pembangunan 2.000 Kampung Nelayan

2 hours ago 2

Pemerintah Targetkan Pembangunan 2.000 Kampung Nelayan

Ilustrasi nelayan. – Foto dibuat oleh AI/Freepik

Harianjogja.com, KUPANG — Pemerintah pusat tancap gas memperkuat sektor kelautan dengan rencana ambisius membangun 2.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia. Program ini digadang-gadang menjadi solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat rantai distribusi hasil laut nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, pembangunan tersebut akan menjangkau berbagai wilayah, termasuk Nusa Tenggara Timur yang dikenal sebagai daerah kepulauan dengan potensi perikanan besar.

2.000 Kampung Nelayan Disiapkan Secara Nasional

 Dalam kunjungannya ke Kupang, Zulhas menyebut program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ekonomi berbasis maritim.

“Seluruh Indonesia kita akan bangun 2.000 lokasi, termasuk di NTT,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Khusus untuk NTT, pemerintah masih menunggu data detail dari pemerintah daerah terkait jumlah titik pembangunan yang akan direalisasikan pada 2026. Ia mendorong pemda segera melakukan pendataan agar program bisa segera berjalan.

Dilengkapi Fasilitas Modern untuk Nelayan

Tak sekadar membangun permukiman, pemerintah juga akan menghadirkan berbagai fasilitas penunjang di kampung nelayan, antara lain Pabrik es untuk menjaga kualitas ikan, Cold storage (penyimpanan dingin) dan Pasar lelang ikan.

Koperasi Nelayan Merah Putih

Fasilitas ini dirancang untuk mengatasi persoalan klasik nelayan, terutama saat hasil tangkapan melimpah tetapi harga anjlok.

“Kalau habis melaut dapat ikan banyak, ditawar murah. Kalau tidak dijual, ikan bisa busuk. Karena itu kita bangun sistemnya,” kata Zulhas.

Salah satu kunci program ini adalah peran Koperasi Nelayan Merah Putih yang akan menjadi penyangga harga. Koperasi akan membeli hasil tangkapan nelayan ketika pasar tidak mampu menyerap secara optimal.

Dengan skema ini, nelayan tidak lagi dipaksa menjual ikan dengan harga rendah atau menanggung kerugian akibat hasil tangkapan yang tidak terjual.

Selain itu, koperasi juga akan diperkuat dengan dukungan sarana seperti Truk distribusi, Kendaraan pick up, Fasilitas penyimpanan hingga Modal simpan pinjam.

NTT Jadi Prioritas Wilayah Kepulauan

Sebagai provinsi kepulauan, Nusa Tenggara Timur memiliki potensi besar di sektor perikanan. Namun, keterbatasan infrastruktur selama ini menjadi kendala utama dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil laut.

Program kampung nelayan ini diharapkan mampu menjawab persoalan tersebut dengan pendekatan terintegrasi—mulai dari produksi, penyimpanan, hingga distribusi.

Bagian dari Program Pro Rakyat

Zulhas juga menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat.

“Program Bapak Presiden sangat pro rakyat. Semua ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Harapan: Nelayan Lebih Sejahtera

Dengan pembangunan 2.000 kampung nelayan yang dilengkapi fasilitas modern dan dukungan koperasi, pemerintah berharap kesejahteraan nelayan meningkat signifikan.

Tak hanya itu, program ini juga diharapkan mampu Menstabilkan harga ikan di pasar, Mengurangi kerugian pascapanen, Meningkatkan daya saing produk perikanan dan Mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir.

Jika terealisasi optimal, langkah ini bisa menjadi tonggak penting dalam transformasi sektor kelautan Indonesia menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|