REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Republika bekerja sama dengan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Jawa Barat menggelar seminar literasi keuangan melibatkan ratusan mahasiswa dan pelajar di auditorium lantai 8 Gedung Dekanat, Jumat (12/6/2026). Sejumlah para pakar mengingatkan bahaya doom spending atau menghabiskan uang untuk berbelanja karena stres.
Sejumlah narasumber yang memiliki kepakaran di bidang literasi keuangan turut hadir seperti Kepala Direktorat Pengawasan PEPK dan LMS OJK Jawa Barat Yuzirwan, Pemimpin Divisi Jaringan dan Layanan bank bjb Iwan Prastyo. Satgas Anti Rentenir Saji Sonjaya, Ilmi Hatta Psikolog Unisba Termasuk Kepala OJK Jawa Barat Darwisman, Sekretaris Diskominfo Provinsi Jawa Barat dan Rektor Unisba Prof Harits Numan.
Dalam sambutannya, Rektor Unisba Prof Harits Numan mengatakan era digitalisasi memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan. Namun, banyak yang belum memahami tentang dampak transaksi yang dilakukan.
"Tanpa literasi keuangan yang baik, kita akan sulit membedakan mana kebutuhan dan mana yang sekadar keinginan," ucap dia, Jumat (12/6/2026).
Ia mengatakan saat ini banyak masyarakat yang FOMO (Fear of Missing Out) atau rasa takut tertinggal tren. Hal itu memberikan dampak tidak baik alias negatif terhadap para generasi Z yang melek teknologi.
"Mudah-mudahan dengan adanya literasi ini, mereka sudah punya wawasan punya gambaran dampaknya seperti apa kemudian dia mengikuti norma yang ada untuk melakukan transaksi ataupun melakukan proses peminjaman itu dipikirkan dampak ke depannya," kata dia.
Ia berharap seminar yang dilaksanakan tidak hanya menambah wawasan. Akan tetapi mampu mengubah cara pandang dan perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan.

2 hours ago
4














































