REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK — Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan secara rahasia melancarkan serangan militer terhadap Iran dalam perang AS-Israel baru-baru ini. Berdasarkan laporan The Wall Street Journal (WSJ) yang dikutip langkah ini menandai eskalasi besar yang mengubah posisi monarki Teluk tersebut menjadi "pihak kombatan aktif" dalam konflik.
Mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut, laporan itu menyebutkan bahwa pasukan UEA melakukan serangan terhadap target-target Iran, termasuk fasilitas penyulingan minyak di Pulau Lavan, Teluk Persia, pada awal April. Serangan ini dilaporkan bertepatan dengan momentum saat Presiden AS Donald Trump secara publik mengumumkan gencatan senjata setelah lima pekan peperangan.
"Serangan tersebut, yang tidak diakui secara terbuka oleh UEA, termasuk serangan terhadap kilang di Pulau Lavan Iran," demikian kutipan laporan tersebut. Menurut WSJ, hantaman pada kilang tersebut memicu kebakaran hebat dan melumpuhkan sebagian besar kapasitas produksinya selama berbulan-bulan.
Pihak Iran kemudian mengonfirmasi bahwa fasilitas tersebut telah dihantam oleh apa yang mereka gambarkan sebagai "serangan musuh". Teheran membalasnya dengan meluncurkan rentetan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap UEA dan Kuwait.
Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa Washington secara diam-diam mendukung partisipasi Abu Dhabi dalam upaya perang tersebut. "AS tidak merasa keberatan dengan serangan itu karena gencatan senjata belum sepenuhnya stabil, dan Washington menyambut baik partisipasi UEA atau negara Teluk lainnya yang ingin bergabung dalam pertempuran," ujar seorang sumber kepada WSJ.
Kementerian Luar Negeri UEA menolak berkomentar langsung atas tuduhan ini, namun merujuk pada pernyataan sebelumnya yang menegaskan "hak negara untuk merespons—termasuk secara militer—terhadap tindakan permusuhan."

5 days ago
18
















































