Pelatihan Pemeriksaan Mata Anak Dinilai Penting di Era Paparan Layar Digital

1 hour ago 1

Dr. Scarlet Cacayuran Salva, O.D dari Centro Escolar University, Manila, Philippines memberikan sesi pediatric vision training kepada tim optometris Optik Tunggal di Head Office Optik Tunggal pada Mei 2026. Pelatihan ini membahas pendekatan pediatric vision care, child-friendly examination, serta pentingnya deteksi dini gangguan penglihatan pada anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebutuhan layanan kesehatan mata anak dinilai semakin berkembang seiring meningkatnya paparan layar digital sejak usia dini. Kondisi tersebut membuat pendekatan pemeriksaan mata anak tidak lagi bisa disamakan dengan pemeriksaan pada orang dewasa.

Hal itu menjadi salah satu fokus dalam pelatihan pediatric vision care yang diikuti puluhan optometris dari berbagai daerah di Indonesia pada Mei 2026. Pelatihan tersebut menghadirkan praktisi pediatric optometry dari Filipina, Dr Scarlett Cacayuran Salva, untuk memberikan pembekalan terkait pemeriksaan visual anak.

Direktur Operasional Retail Optik Tunggal, Doli Rosmiaty, mengatakan pemeriksaan mata pada anak membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif, baik dari sisi komunikasi maupun metode pemeriksaan.

“Anak memiliki kebutuhan pemeriksaan visual yang berbeda dengan orang dewasa, sehingga pendekatan yang dilakukan juga harus lebih spesifik,” ujar Doli dalam keterangannya, Ahad (18/5/2026).

Menurut dia, kemampuan optometris dalam membangun rasa nyaman pada anak menjadi salah satu faktor penting dalam proses pemeriksaan. Karena itu, pelatihan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pendekatan psikologis selama pemeriksaan berlangsung.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mulai dari pediatric handling, komunikasi dengan anak, hingga pengamatan terhadap perkembangan visual anak di tengah perubahan pola aktivitas digital. Selain itu, pendekatan child-friendly juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.

Dr Scarlett Cacayuran Salva menjelaskan pengalaman pemeriksaan yang nyaman dapat membantu meningkatkan akurasi evaluasi penglihatan pada anak.

“Anak-anak memiliki respons yang berbeda saat menjalani pemeriksaan mata. Karena itu, optometris membutuhkan kesabaran, kemampuan observasi, serta pendekatan komunikasi yang dapat membuat anak merasa aman dan terlibat selama proses pemeriksaan,” kata dia.

Penguatan kompetensi tenaga optometris dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi kebutuhan layanan vision care yang terus berkembang. Selain aspek pemeriksaan, pendekatan empatik terhadap anak juga mulai menjadi perhatian dalam layanan kesehatan mata modern.

Pelatihan tersebut diikuti sekitar 40 optometris dari berbagai gerai Optik Tunggal di Indonesia dan menjadi bagian dari pengembangan layanan pemeriksaan mata anak yang lebih ramah bagi keluarga.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|