SLEMAN — “Mari terus melangkah, Jumangkah Anjantra Laku Memayu Hayuning Bawana.” Pitutur luhur tersebut digaungkan Bupati Sleman Harda Kiswaya dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Terik matahari di Lapangan Denggung tak menyurutkan langkah ratusan, bahkan ribuan warga Kabupaten Sleman yang memadati lapangan pada pagi itu. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali mengenang perjuangan para pendahulu.
Deretan kain tenun, kebaya, hingga pakaian adat Nusantara dikenakan para peserta upacara. Di tengahnya, seragam putih anggota Paskibraka tampak tegas, berpadu dengan senyum riuh keluarga mereka. Pada akhir rangkaian acara, para peserta menari bersama untuk merayakan kemerdekaan. Harda pun ikut membaur bersama para penari, peserta upacara, dan masyarakat.
Pada momentum kemerdekaan tersebut, Harda mengajak masyarakat sejenak melangkah mundur melintasi lorong waktu untuk mengingat detik-detik kemerdekaan.
“Tepat 81 tahun yang lalu, lagu kebangsaan menggetarkan pengibaran bendera pusaka di langit biru Ibu Pertiwi sebagai penanda lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hari di mana kita bercermin memandang sejarah dan mengapresiasi perjalanan panjang para pejuang yang telah membawa kita kepada kemerdekaan,” ungkapnya.

Menurut Harda, perayaan HUT RI selalu membawa cita-cita besar. Pada peringatan HUT ke-81 RI, cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur kembali digaungkan.
“Sebuah cita-cita yang hanya dapat dicapai dengan upaya berkesinambungan. Indonesia dibangun dari jutaan langkah yang dilakukan dengan penuh kesungguhan. Setiap langkah adalah pengabdian, maka mari kita terus melangkah, Jumangkah Anjantra Laku Memayu Hayuning Bawana,” tuturnya.
Melalui pitutur tersebut, Harda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus melangkah, bekerja, dan memperbaiki diri agar setiap langkah membawa kebaikan bagi negeri.
“Jangan berhenti menjadi pewaris kemerdekaan, namun bangkitlah menjadi penerus perjuangan memastikan Indonesia berdaulat, makmur, adil merata tanpa ada yang tertinggal,” ujarnya.
Harda berpandangan Indonesia perlu memperkuat aksi nyata, bukan sekadar berwacana. Aksi tersebut diarahkan untuk menyejahterakan bumi Nusantara dan memastikan pemerataan pembangunan hingga pelosok dusun dan kalurahan, dengan keadilan sebagai laku hidup.
“Mari satukan tekad, kuatkan niat pengabdian memberikan pelayanan terbaik, menjalankan amanah yang kita terima sebagai penerus kemerdekaan dari pendahulu kita. Setiap insan Indonesia sejatinya adalah bagian dari pengisi kemerdekaan, maka mari kita berikan sisi terbaik bagi Indonesia,” tegasnya.
APBD Harus Tepat Sasaran
Untuk mewujudkan kemakmuran di Bumi Sembada, Harda mengatakan program pemerintah harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Program tersebut juga harus masuk dalam agenda APBD.
Menurutnya, efisiensi anggaran menuntut Pemerintah Kabupaten Sleman dan DPRD Sleman untuk menyusun APBD secara tepat sasaran.
“Jangan banyak uang yang terbuang percuma, sehingga sasarannya masyarakat Sleman lebih cepat sejahtera,” katanya.
Salah satu upaya mewujudkan kemakmuran dilakukan melalui dukungan kepada petani. Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan, Pemkab Sleman menyerahkan puluhan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani.
Bantuan tersebut diberikan kepada 26 kelompok tani, dua kelompok wanita tani, dan satu gabungan kelompok tani di Kabupaten Sleman.
Bantuan meliputi tiga unit alat pencacah pupuk organik, dua unit alat penyaring pupuk organik, tujuh kendaraan roda tiga, enam cultivator, tiga pemotong rumput, enam pompa air, dua hand tractor singkal, serta satu power thresher multiguna mobile. Selain itu, diserahkan pula tanda daftar varietas tanaman cabai rawit Sibrol Sembada dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian RI.
Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya mengarahkan petani menuju ketahanan dan kedaulatan pangan, tetapi juga menjadi pijakan menuju cita-cita kemakmuran.
“Salah satu misi dari pemerintah saat ini kan salah satunya ketahanan pangan. Sleman siap berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat. Bagaimana program-programnya pemerintah pusat nyambung di Pemerintah Kabupaten. Sehingga kesiapan kami berkaitan dengan kedaulatan pangan, ketahanan pangan, betul-betul Sleman siap,” tegasnya.
Perwakilan Kelompok Tani Sendang Makmur, Seyegan, Daryanto, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang telah dinantikan para petani.
“Alhamdulillah sangat senang. Ke depannya untuk petani, untuk mengolah tanah untuk hortikultura itu ya mudah dan nanti memberikan, meningkatkan produktivitas hasil pertanian,” katanya.
Deretan Prestasi Sleman
Upaya Pemkab Sleman mewujudkan kemakmuran juga tercermin melalui sejumlah capaian dan penghargaan sepanjang 2026.
Pada awal 2026, Pemkab Sleman kembali meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dari BPJS Kesehatan setelah berhasil mengikutsertakan lebih dari 98% masyarakat Sleman dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Pemkab Sleman bersama BPJS Kesehatan Kabupaten Sleman akan terus mendorong cakupan kepesertaan JKN hingga 99% atau lebih untuk meraih kategori utama.
“Kami akan terus berkomitmen meningkatkan capaian dalam memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat Sleman,” kata Harda.
Pemkab Sleman juga memperoleh trofi penghargaan dari Metro TV dalam ajang National Governance Awards 2026 kategori Top Regency in Learning Ecosystem & Academic Excellence. Penghargaan tersebut diserahkan dalam upacara bendera memperingati Hari Kartini ke-147 sekaligus Hari Otonomi Daerah ke-30 di Lapangan Pemda Sleman pada April 2026.
Pada Mei 2026, Sleman kembali menorehkan prestasi di bidang kesehatan dengan meraih predikat sebagai Kabupaten Siaga Stroke pertama di Indonesia.
Predikat tersebut diberikan Ketua Angels Initiative dan World Stroke Organization Indonesia, Rika Aprijanti Hutagalung, kepada Harda Kiswaya pada Senin (11/5) di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman.
Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan Sleman membangun sistem layanan stroke terpadu melalui sinergi pemerintah daerah, rumah sakit, tenaga kesehatan, operator ambulans, hingga kader siaga stroke.
Hingga 2026, terdapat enam rumah sakit di Sleman yang meraih predikat Rumah Sakit Siaga Stroke berstandar internasional, yakni RSUD Sleman, RSUP Dr. Sardjito, RSA UGM, RS JIH, RSIY PDHI, dan RS Hermina.
Harda mengatakan capaian tersebut merupakan hasil komitmen bersama dalam memperkuat sistem layanan kesehatan yang siaga, cepat, dan responsif terhadap penanganan stroke.
Menurutnya, capaian tersebut tak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk rumah sakit mitra, Sleman Emergency Service, tenaga kesehatan, serta kader siaga stroke di tingkat puskesmas yang telah mendapatkan pelatihan khusus penanganan stroke.
Di bidang pembiayaan kreatif, Pemkab Sleman juga meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali dengan menduduki peringkat kedua kategori Creative Financing atau Pembiayaan Kreatif dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI pada Juni 2026.
Kategori tersebut menilai kemampuan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sumber daya dan menciptakan inovasi pembiayaan pembangunan. Penilaian meliputi inovasi pajak dan retribusi daerah, pengelolaan BUMD, pemanfaatan CSR, efektivitas pengelolaan barang milik daerah dan BLUD, serta kemampuan menjalin kerja sama dengan badan usaha melalui skema KPDBU.
Aspek digitalisasi, tata kelola keuangan, dan konsistensi opini LKPD juga menjadi bagian penting dalam menentukan keunggulan daerah.
Langkah Pemkab Sleman dalam mewujudkan kemakmuran turut diganjar Predikat Terbaik I Anugerah Reka Cipta Bakti Nugraha 2026. Sleman memperoleh nilai tertinggi, yakni 9,09, mengungguli seluruh kabupaten/kota di DIY.
Anugerah Reka Cipta Bakti Nugraha merupakan bentuk apresiasi Pemda DIY kepada pemerintah kabupaten/kota yang menunjukkan kinerja terbaik dalam inovasi, pengendalian, dan pelaksanaan pembangunan daerah.
Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada Harda Kiswaya dalam rangkaian Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah (Rakordal) Triwulan II 2026 di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Kamis (30/7).
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pembangunan. Prestasi ini merupakan hasil kolaborasi seluruh jajaran pemerintah daerah dan dukungan masyarakat Sleman,” katanya.
Pada momentum Hari Kemerdekaan, Harda mengajak masyarakat memanjatkan doa dan harapan agar Indonesia tetap merdeka serta dijauhkan dari segala bahaya dan malapetaka hingga generasi berikutnya.
“Sesarengan, saiyeg saeka praya kita wujudkan Sleman Sembada, gerak bersama memakmurkan negeri, keadilan bagi semua, kesejahteraan merata di seluruh Nusantara. Dirgahayu Republik Indonesia,” tegasnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































