Jakarta, CNBC Indonesia - Kunyit asam dan temulawak dikenal sebagai salah satu ramuan herbal yang digunakan sebagai bahan dasar jamu tradisional. Kedua bahan alami tersebut juga sudah diteliti secara komprehensif, sehingga banyak dimanfaatkan oleh para pelaku industri jamu modern.
Presiden Direktur PT Phytochemindo Reksa, Patrick Kalona menyatakan, kandungan-kandungan bahan aktif yang terdapat pada kunyit dan temulawak ini sudah diterima di pasar global. Dia menyebut, kurkumin sebagai senyawa yang terkandung dalam kunyit memiliki efek terapi dan manfaat yang besar bagi manusia.
"Jadi itu mungkin salah satu contoh bahan dasar yang sebenarnya juga mungkin sudah tersedia dan sudah dimasukkan ke mayoritas formulasi produk jamu di Indonesia," jelas Patrick dalam Health Forum bersama CNBC Indonesia, Selasa (26/5/2026).
Di samping itu, Patrick mengungkapkan, pihaknya terus berupaya mengembangkan produk jamu yang berkualitas dan bisa diterima oleh masyarakat. Pengembangan jamu ini dilakukan melalui dukungan riset dalam program BRIDGE (Business/Research Information, Development, and Good Manufacturing/Governance). Program ini mempertemukan peneliti dengan industri dan peneliti dari perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
"Kami melihat itu merupakan platform yang baik di mana hasil riset yang biasanya hanya duduk di perpustakaan lembaga penelitian atau universitas ini bisa kita kembangkan lebih lanjut menjadi produk jadi dan tentunya juga kami berinteraksi juga dengan BRIN, di mana juga banyak kesempatan di mana kita dipertemukan dengan penelitian-penelitian yang ada di lembaga BRIN juga seperti itu," terang dia.
Lebih jauh, Patrick berharap momentum Hari Jamu Nasional yang diperingati setiap 27 Mei dapat menjadi pengingat kepada masyarakat Indonesia bahwa jamu yang beredar secara legal dan punya izin edar adalah aset yang berharga bagi negara. Terlebih lagi, Indonesia memiliki keunggulan kekayaan biodiversitas dan kemampuan industri yang mumpuni.
Tak hanya itu, Hari Jamu Nasional juga menjadi penegasan bahwa jamu adalah produk yang bisa dinikmati dan bermanfaat bagi masyarakat. Jamu juga telah menjadi solusi untuk wellness guna meningkatkan kesehatan masyarakat.
(rah/rah)
Addsource on Google


















































