Kisah Angel, WNI Jadi Volunteer FIFA di Piala Dunia 2026 di Meksiko

4 hours ago 4

Kisah Angel, WNI Jadi Volunteer FIFA di Piala Dunia 2026 di Meksiko

Angelia Hutabarat berpose saat dirinya diterima sebagai seleksi sukarelawan dalam perhelatan pesta bola sedunia, FIFA World Cup 2026. (ANTARA FOTO/dokumentasi pribadi Angelia Hutabarat.)

Harianjogja.com, MEXICO CITY—Kisah inspiratif datang dari Angelia Hutabarat, warga negara Indonesia (WNI) yang sukses menjadi sukarelawan dalam ajang bergengsi FIFA World Cup 2026. Perempuan yang telah menetap di Meksiko selama sekitar satu dekade ini sempat pesimistis setelah namanya tak kunjung muncul dalam pengumuman tahap awal seleksi.

Ia mengaku, pengumuman yang dijadwalkan pada Februari 2026 tak kunjung diterimanya. Kondisi itu membuat Angel sempat berpikir dirinya gagal lolos seleksi sukarelawan ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

“Seharusnya pengumuman keluar Februari, tapi saya belum dapat kabar. Saya pikir tidak diterima,” ujarnya, Minggu (14/6/2026)

Kekecewaan itu membuat Angel kembali menjalani rutinitasnya sebagai karyawan di sebuah perusahaan di Mexico City. Namun, takdir berkata lain. Pada Maret 2026, sebuah email dari FIFA datang membawa kabar yang mengubah segalanya.

“Puji Tuhan, ternyata saya diterima sebagai volunteer FIFA World Cup 2026 di Mexico City,” katanya.

Dalam penugasan tersebut, Angel dipercaya melayani tamu VIP FIFA di salah satu hotel besar di Mexico City. Posisi ini sempat tidak sesuai dengan harapannya, karena sebelumnya ia ingin bertugas di stadion legendaris Estadio Azteca.

Meski sempat kecewa, keputusan menerima posisi tersebut justru membuka pengalaman luar biasa. Angel berkesempatan bertemu langsung dengan sejumlah legenda sepak bola dunia.

Di antaranya Bebeto, Cafu, Ronaldo Nazario, Marco Materazzi, Roberto Baggio, Luis Hernandez, Jared Borgetti, Santiago Solari, Hristo Stoichkov, Cristian Chivu, hingga Alfie Haaland. Bahkan, ia juga bertemu penyanyi tenor legendaris Andrea Bocelli yang tampil dalam pembukaan Piala Dunia 2026.

“Tidak menyangka justru bisa bertemu banyak legenda,” ujarnya.

Perjalanan Angel menjadi sukarelawan tidaklah mudah. Ia harus bersaing dengan sekitar satu juta pendaftar secara global, dengan puluhan ribu peserta berasal dari Meksiko.

Seleksi dimulai sejak September 2025 dengan tahap administrasi, dilanjutkan penyaringan hingga tersisa sekitar 15.000 peserta yang berhak mengikuti wawancara pada Oktober 2025.

Dalam wawancara tersebut, FIFA menggali motivasi, kesiapan, serta kemampuan kandidat, termasuk bahasa dan pengalaman sukarelawan sebelumnya.

Selain pengalaman berharga, Angel juga mendapatkan perlengkapan eksklusif volunteer FIFA berupa seragam lengkap yang tidak dijual bebas.

Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam perjalanan Angel. Bahkan, kedua orang tuanya juga sempat mendaftar sebagai sukarelawan, meski belum berhasil lolos hingga tahap akhir.

“Kami memang suka kegiatan volunteer. Sebelumnya pernah ikut event olahraga internasional juga,” ungkapnya.

Angel pun mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak ragu mencoba peluang menjadi sukarelawan di event internasional.

Menurutnya, pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya CV, tetapi juga membuka jaringan global serta memperluas wawasan.

“Banyak teman baru dari berbagai latar belakang dan pengalaman. Ini sangat berharga untuk masa depan,” katanya.

Kisah Angel menjadi bukti bahwa peluang global terbuka bagi siapa saja, termasuk anak muda Indonesia yang berani mencoba dan konsisten mengejar mimpi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|