Juventus Terancam Gagal ke Liga Champions Usai Kalah Dramatis

1 hour ago 2

Jumali

Jumali Senin, 18 Mei 2026 17:27 WIB

Juventus Terancam Gagal ke Liga Champions Usai Kalah Dramatis

Trofi Liga Champions/Instagram @championsleague

Harianjogja.com, JOGJA— Juventus berada di ambang kegagalan lolos ke UEFA Champions League setelah kalah 0-2 dari ACF Fiorentina pada pekan ke-37 Serie A 2025/2026 di Allianz Stadium, Minggu (17/5/2026).

Hasil tersebut menjadi pukulan telak bagi Juventus karena rival mereka dalam perebutan empat besar, yakni AC Milan dan AS Roma, sama-sama berhasil meraih kemenangan.

Akibatnya, Juventus kini turun ke posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 68 poin atau tertinggal dua angka dari zona Liga Champions.

Dua Gol Dianulir, Juventus Gagal Bangkit

Bermain di kandang sendiri, Juventus sebenarnya tampil dominan dengan total 26 tembakan sepanjang pertandingan.

Namun efektivitas menjadi masalah utama Si Nyonya Tua.

Fiorentina justru mampu mencuri kemenangan lewat gol Cher Ndour pada menit ke-34 dan Rolando Mandragora di menit ke-83.

Nasib buruk Juventus semakin lengkap setelah dua gol mereka dianulir wasit.

Gol Weston McKennie dibatalkan karena pelanggaran dalam proses serangan, sedangkan gol Dusan Vlahovic dianulir akibat offside.

Di sisi lain, kiper David de Gea tampil gemilang dengan menggagalkan sejumlah peluang emas Juventus.

Persaingan Empat Besar Makin Panas

Kekalahan ini membuat persaingan menuju Liga Champions semakin rumit bagi Juventus.

Selain disalip AC Milan dan AS Roma yang kini sama-sama mengoleksi 70 poin, Como 1907 juga memiliki poin setara dengan Juventus dan unggul head-to-head.

Dengan hanya satu pertandingan tersisa, Juventus wajib menang pada laga terakhir melawan Torino FC pada 24 Mei 2026 untuk menjaga peluang lolos ke kompetisi Eropa elite tersebut.

Namun kemenangan saja belum cukup.

Juventus juga harus berharap AC Milan, AS Roma, dan Como gagal meraih hasil maksimal di pertandingan terakhir mereka.

Spalletti Akui Bertanggung Jawab

Pelatih Luciano Spalletti tidak menutupi kekecewaannya usai pertandingan.

Ia mengkritik performa tim dan menegaskan dirinya menjadi pihak pertama yang bertanggung jawab atas hasil buruk tersebut.

Spalletti juga sempat memotong pertanyaan jurnalis yang menyebut laga itu sebagai pertandingan hidup dan mati.

Menurutnya, istilah tersebut terlalu berlebihan untuk konteks sepak bola.

“Fakta bahwa semuanya sudah berakhir, bahwa kita semua sudah mati… itu salah,” ujar Spalletti kepada Sky Sport.

Liga Europa Jadi Skenario Realistis

Jika gagal finis di empat besar, Juventus berpotensi hanya tampil di UEFA Europa League atau bahkan UEFA Europa Conference League musim depan.

Bahkan, skenario terburuk dapat membuat klub asal Turin tersebut absen total dari kompetisi Eropa.

Situasi semakin sulit karena bek andalan Gleison Bremer dipastikan absen pada laga terakhir akibat akumulasi kartu.

Kondisi ini membuat tekanan terhadap Juventus semakin besar menjelang pekan penentuan Serie A musim 2025/2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|