Benarkah Harus Puasa Sebelum Kurban? Ini Penjelasannya

3 hours ago 1

Jumali

Jumali Senin, 18 Mei 2026 15:17 WIB

Benarkah Harus Puasa Sebelum Kurban? Ini Penjelasannya

Hewan Kurban - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Anggapan bahwa seseorang wajib menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah sebelum berkurban masih banyak dipercaya masyarakat. Padahal, puasa sunah pada awal Zulhijah tidak menjadi syarat sah ibadah kurban.

Menjelang Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu (27/5/2026), pemahaman ini penting diluruskan agar umat Islam tidak salah memahami hukum ibadah kurban.

Kementerian Agama telah menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin (18/5/2026). Dengan penetapan tersebut, umat Islam mulai dapat menjalankan puasa sunah Zulhijah, termasuk puasa Tarwiyah pada 8 Zulhijah dan puasa Arafah pada 9 Zulhijah.

Namun, pelaksanaan puasa tersebut tidak berkaitan langsung dengan keabsahan kurban.

Kurban Tetap Sah Meski Tidak Berpuasa

Secara hukum fikih, puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan ibadah sunah yang memiliki keutamaan tersendiri. Sementara kurban adalah ibadah berbeda yang berdiri sendiri.

Darul Ifta’ Al Mishriyah menjelaskan bahwa anjuran berpuasa pada awal Zulhijah dan anjuran berkurban tidak saling bergantung satu sama lain. Karena itu, seseorang tetap dapat melaksanakan kurban meski tidak menjalankan puasa sebelumnya.

Tidak terdapat dalil yang menyebut puasa Zulhijah sebagai syarat sah penyembelihan hewan kurban.

Artinya, orang yang tidak berpuasa tetap memperoleh keabsahan ibadah kurban. Hanya saja, ia kehilangan tambahan pahala dari amalan puasa sunah tersebut.

Puasa Zulhijah Memiliki Keutamaan Besar

Meski bukan kewajiban, puasa pada sembilan hari pertama Zulhijah termasuk amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Rasulullah SAW diriwayatkan terbiasa menjalankan puasa pada awal Zulhijah, puasa Asyura, dan sejumlah puasa sunah lainnya sebagaimana hadis riwayat Abu Dawud, Ahmad, dan Nasa’i.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada satu amal saleh yang lebih dicintai Allah dibanding amal saleh pada sepuluh hari pertama Zulhijah.”

Para sahabat kemudian bertanya apakah keutamaannya juga melebihi jihad di jalan Allah. Rasulullah SAW menjawab bahwa amal pada hari-hari tersebut tetap lebih utama, kecuali jihad seseorang yang mengorbankan jiwa dan hartanya hingga tidak kembali. Hadis ini diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.

Karena itu, puasa Zulhijah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu menjalankannya.

Jadwal Puasa Zulhijah 2026

Dengan awal Zulhijah jatuh pada Senin (18/5/2026), berikut jadwal puasa sunah yang dapat dijalankan umat Islam:

  • Puasa awal Zulhijah: 18–25 Mei 2026
  • Puasa Tarwiyah (8 Zulhijah): Senin, 25 Mei 2026
  • Puasa Arafah (9 Zulhijah): Selasa, 26 Mei 2026
  • Iduladha (10 Zulhijah): Rabu, 27 Mei 2026

Pada Hari Raya Iduladha, umat Islam dilarang menjalankan puasa karena termasuk hari makan dan hari raya.

Puasa Arafah Hapus Dosa Dua Tahun

Di antara puasa sunah Zulhijah, puasa Arafah menjadi salah satu yang paling populer karena memiliki keutamaan besar.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

Hadis riwayat Muslim Nomor 1162 tersebut menjelaskan besarnya pahala puasa Arafah bagi umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji.

Puasa ini menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk meraih ampunan dosa selama dua tahun sekaligus.

Jangan Keliru Memahami Hukum

Pemahaman keliru soal kewajiban puasa sebelum kurban kerap membuat sebagian masyarakat merasa ragu berkurban ketika tidak sempat menjalankan puasa Zulhijah.

Padahal, hukum keduanya berbeda. Kurban tetap sah meski seseorang tidak menjalankan puasa Tarwiyah maupun Arafah.

Karena itu, umat Islam diimbau memahami hukum ibadah berdasarkan dalil dan penjelasan ulama, bukan sekadar mengikuti kebiasaan yang berkembang di masyarakat.

Jika kondisi tubuh memungkinkan, puasa Zulhijah tetap sangat dianjurkan karena keutamaan pahalanya yang besar. Namun, tidak berpuasa bukan alasan untuk meninggalkan ibadah kurban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|