Harianjogja.com, SLEMAN—Jogja Umrah Travel Fair 2026 resmi digelar di Ambarrukmo Plaza, Kabupaten Sleman, pada 3–7 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai layanan umrah dan haji sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya memilih biro perjalanan yang legal, aman, dan terpercaya.
Pameran yang diinisiasi Konsorsium Umroh dan Haji Indonesia bersama Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY serta Bank Syariah Indonesia (BSI) tersebut tidak hanya menawarkan berbagai paket perjalanan ibadah, tetapi juga menghadirkan edukasi mengenai legalitas penyelenggara umrah dan haji di tengah masih maraknya kasus penipuan perjalanan ibadah.
Perwakilan Konsorsium Umroh dan Haji DIY, Bayu Purnomo, mengatakan penyelenggaraan pameran ini bertujuan membantu masyarakat memilih biro perjalanan yang memiliki izin resmi dan rekam jejak yang jelas.
"Jogja Umrah Travel Fair hari ini merupakan momentum kolaborasi, silaturahmi, dan ikhtiar bersama dalam memudahkan masyarakat, khususnya Yogyakarta, untuk memilih travel agent yang aman, nyaman, dan terpercaya," kata Bayu saat pembukaan pameran, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang promosi dan penjualan paket perjalanan, tetapi juga sarana edukasi agar calon jemaah lebih memahami pentingnya memilih penyelenggara perjalanan ibadah yang resmi.
"Pameran tersebut juga diharapkan tidak hanya menjadi ajang travel fair, tetapi juga menjadi wasilah bagi masyarakat Jogja dan sekitarnya untuk memudahkan langkah memilih travel agent yang resmi dan terpercaya," ujarnya.
Masyarakat Diimbau Cek Legalitas Travel Umrah
Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah DIY, Sylvia Rosetti, menegaskan tingginya minat masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci harus diimbangi dengan kehati-hatian dalam memilih biro perjalanan.
Menurut Sylvia, pameran ini menjadi sarana bagi calon jemaah untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai legalitas perusahaan, fasilitas yang ditawarkan, hingga rekam jejak penyelenggara perjalanan ibadah.
"Kehadiran pameran ini bukan sekadar ajang promosi, melainkan sarana edukasi, transparansi, dan kemudahan bagi calon jemaah untuk menggali informasi serta memastikan legalitas dan rekam jejak biro yang akan mendampingi ibadah mereka," katanya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan penawaran paket murah tanpa memastikan status perizinan biro perjalanan yang menawarkan layanan tersebut.
Selain itu, Sylvia meminta seluruh peserta pameran mengedepankan pelayanan yang transparan, termasuk menjelaskan secara rinci fasilitas yang akan diterima jemaah sehingga masyarakat dapat membandingkan layanan secara objektif.
BSI Luncurkan Talangan Haji Khusus
Sebagai mitra utama kegiatan, Bank Syariah Indonesia menghadirkan berbagai program pembiayaan dan promo khusus selama pameran berlangsung.
Regional CEO BSI Region VII Semarang, Ficko Hardowiseto, mengatakan partisipasi BSI merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan finansial dan spiritual masyarakat yang ingin menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
"BSI membersamai para jemaah dan nasabah yang ingin berangkat umrah maupun haji. Kami terus berkolaborasi dengan ekosistem haji dan umrah untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan dan layanan keuangan syariah," kata Ficko.
Dalam kesempatan tersebut, BSI juga memperkenalkan program talangan haji khusus yang ditujukan bagi masyarakat yang ingin mempercepat proses keberangkatan haji khusus.
"Ini kesempatan perdana, kami meluncurkan talangan haji khusus melalui pembiayaan BSI dengan angsuran mulai sekitar Rp1,2 juta per bulan," ujarnya.
Selain program tersebut, pengunjung juga dapat memanfaatkan berbagai promo, mulai dari diskon hingga Rp3 juta dan cicilan 0 persen hingga 24 bulan menggunakan BSI Hasanah Card, diskon hingga Rp750 ribu dengan kartu debit BSI berlogo VISA, layanan pembiayaan porsi haji, tabungan haji, hingga cicilan emas.
Puluhan Travel Umrah dan Haji Ikut Berpartisipasi
Jogja Umrah Travel Fair 2026 juga menghadirkan beragam agenda pendukung, seperti talkshow, sharing session mengenai tips memilih travel umrah yang aman, manasik kontemporer, pembahasan tren wisata halal, hingga travel talk yang memberikan kesempatan kepada masing-masing biro perjalanan mempresentasikan program unggulannya.
Selain itu, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah DIY membuka layanan konsultasi khusus terkait legalitas biro perjalanan, informasi fasilitas Asrama Haji Kelas I Sleman, serta berbagai layanan informasi bagi calon jemaah.
Puluhan biro perjalanan resmi turut meramaikan pameran ini, di antaranya AlFajr, Almira, Batik Travel, Buana Sentosa, Dewangga, Duta Mulia, serta sejumlah biro perjalanan resmi lainnya.
Melalui penyelenggaraan Jogja Umrah Travel Fair 2026, panitia berharap ekosistem umrah dan haji yang sehat semakin kuat, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap biro perjalanan resmi di tengah masih ditemukannya kasus penipuan perjalanan ibadah di berbagai daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































