Jogja Jadi Role Model Ekraf Nasional, Ini Kata Menteri

2 hours ago 5

Jogja Jadi Role Model Ekraf Nasional, Ini Kata Menteri

Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia (RI) Teuku Riefky Harsya saat memberikan sambutan dalam program penguatan ekonomi kreatif daerah "IDE.IND" di Yogyakarta, Sabtu (13/6). (ANTARA/Agung Dwi Prakoso)

Harianjogja.com, JOGJA— Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali mendapat pengakuan sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyebut Jogja sebagai role model bagi daerah lain karena kekuatan budaya yang mampu melahirkan inovasi dan kreativitas bernilai ekonomi tinggi.

Menurut Riefky, ekosistem budaya yang kuat menjadi fondasi utama berkembangnya sektor ekonomi kreatif di Jogja. Dari akar budaya tersebut, lahir berbagai inovasi yang kemudian dipadukan dengan teknologi dan kreativitas sehingga menghasilkan produk bernilai ekonomi.

“Budaya menjadi hulu, kemudian diturunkan menjadi inovasi dan kreativitas. Di situlah ekonomi kreatif berkembang,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

Pengakuan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, DIY ditetapkan sebagai salah satu dari 15 provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Riefky menegaskan, pemerintah pusat kini fokus mendorong peningkatan investasi di sektor ekonomi kreatif. Selain itu, Kementerian Ekraf juga berupaya mempercepat lahirnya pelaku usaha lokal yang mampu naik kelas hingga menembus pasar nasional dan internasional.

“Ekraf di Jogja tidak hanya tumbuh, tetapi sudah mampu menghasilkan nilai ekonomi melalui proses hilirisasi. Ini yang akan terus kita dorong,” katanya.

Untuk memperkuat langkah tersebut, pemerintah pusat akan menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah, termasuk dalam proses kurasi produk dan pengembangan jenama lokal agar lebih kompetitif di pasar global.

Sementara itu, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa ekonomi kreatif menjadi tulang punggung pembangunan daerah. Hal ini karena Jogja tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, sehingga mengandalkan kualitas sumber daya manusia.

“Kita mengandalkan kreativitas masyarakat. SDM adalah kekuatan utama Jogja,” ujar Hasto.

Ia juga menyoroti pentingnya pemberdayaan berbagai kelompok masyarakat, termasuk perempuan dan lansia, dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, potensi ini bisa menjadi penggerak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Jogja sendiri dikenal sebagai kota dengan aktivitas kreatif yang dinamis. Berbagai event seperti Custom Fest dan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) menjadi bukti nyata bagaimana kreativitas masyarakat mampu menarik perhatian publik, termasuk wisatawan mancanegara.

Hasto menambahkan, meningkatnya kunjungan wisatawan asing menjadi salah satu indikator keberhasilan sektor ekonomi kreatif di Jogja. Melalui berbagai event dan karya kreatif, kota ini terus memperkuat posisinya sebagai destinasi budaya sekaligus pusat inovasi.

Dengan kombinasi budaya, kreativitas, dan dukungan kebijakan, Jogja dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai kekuatan ekonomi kreatif tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|