REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sering merasa jantung berdebar tanpa sebab? Waspada karena kondisi tersebut bisa jadi merupakan salah satu gejala gangguan irama jantung atau atrial fibrilasi.
Atrial fibrilasi adalah gangguan irama jantung akibat serambi jantung berdenyut sangat cepat atau lebih dari 300 kali per menit dan tidak beraturan. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis aritmia dr. Dony Yugo Hermanto Sp.JP Subsp Ar (K) FIHA menjelaskan, atrial fibrilasi bisa menyebabkan gagal jantung hingga stroke.
"Atrial fibrilasi ini ibarat ada korslet di jantung," katanya, Selasa (12/5/2026).
Dokter yang berpraktik di RSPI-Pondok Indah ini menambahkan setidaknya ada empat gejala atrial fibrilasi. Yang pertama adalah jantung berdebar, rasa tidak nyaman di dada, lalu cepat lelah, dan keempat sesak napas.
"Berdebarnya itu di saat tidak menentu, ya," terang dia.
Berdebar yang wajar dicontohkan dokter lulusan Universitas Indonesia sebagai ketika sedang marah atau emosi. Saat itu wajar bila jantung sampai berdebar. Biasanya setelah beberapa menit, denyut jantung kembali stabil. Debaran di jantung juga mereda.
Pada penderita atrial fibrilasi jantung bisa berdebar di saat random. Tiba-tiba dan tanpa pemicu.
"Kalau biasanya nadinya teratur ini jadi tidak teratur. Ini harus diwaspadai. Ada pasien yang rasanya saat meraba nadi, seperti ada irama yang skip atau tidak terasa. Kalau tidak, seperti roller coaster rasanya. Dan ini berlangsung lama," jelas dr Dony.
Ia memberi contoh, saat berolahraga tentu denyut jantung yang bisa dicek lewat nadi atau dengan smartwatch pasti akan naik. Setelah fase pendinginan atau setelah selesai berolahraga secara bertahan denyut nadi akan kembali stabil.
Pada pasien atrial fibrilasi denyut jantungnya mungkin bertahan tetap tinggi. Kondisi ini yang perlu diwaspadai.
Atrial fibrilasi bisa disebabkan sejumlah faktor. Yaitu penyakit degeneratif, hipertensi, penyakit jantung, penyakit tiroid, dan gangguan tidur.
dr Dony mengatakan gangguan tidur yang dimaksud adalah Obstructive Sleep Apnea atau OSA yaitu gangguan tidur ketika napas seseorang berulang kali terhenti saat tidur karena saluran napas menyempit atau tersumbat. "Orang dengan gangguan tidur, ngorok misalnya, kondisi ini dapat menyebabkan atrial fibrilasi karena tidurnya tidak berkualitas," katanya.
Atrial fibrilasi memang tidak menyebabkan kematian mendadak. Namun kondisi ini meningkatkan risiko kematian hingga 1,5-3,5 lebih tinggi.

5 days ago
15
















































