Israel Terus Lakukan Pembantaian di Gaza, Lima Syahid Termasuk Anak-Anak

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Lima warga sipil Palestina, termasuk dua anak-anak, syahid menyusul serangan Israel yang menargetkan sekelompok warga sipil di kota Beit Lahia di Jalur Gaza utara. Hal ini menandakan eskalasi serangan Israel yang kembali meningkat meski ada gencatan senjata.

Jurnalis Muhammad Rabah mengutip sumber lokal melaporkan bahwa serangan Israel itu terjadi secara tiba-tiba dengan kehadiran warga di wilayah tersebut. Serangan mengakibatkan banyak korban jiwa dan menyebabkan tiga orang lainnya terluka, di tengah eskalasi militer yang sedang berlangsung di wilayah kantong tersebut. 

Sumber tersebut menambahkan bahwa ambulans bergegas ke tempat kejadian dan memindahkan para korban dan korban luka ke Rumah Sakit Al-Shifa. Wilayah Gaza utara, khususnya Beit Lahia, terus mengalami pemboman yang intens dan berkelanjutan, yang semakin memperburuk situasi kemanusiaan dan semakin meningkatkan ancaman terhadap kehidupan warga sipil. 

Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata yang disepakati pada 10 Oktober, dengan total korban jiwa mencapai 786 orang, sedangkan korban luka meningkat menjadi 2.217 orang.

Sementara WAFA melansir, artileri Israel juga menembaki wilayah timur Beit Lahia, dan pecahan peluru jatuh ke rumah warga di jalan utama Beit Lahia. Sebelumnya, empat warga terluka akibat tembakan tentara Israel di timur kamp pengungsi Al-Bureij di Gaza tengah. 

Dalam serangan terpisah, seorang warga lainnya terluka parah dalam serangan pesawat tak berawak di dekat bundaran Bani Suhaila di timur Khan Yunis, di selatan Jalur Gaza. Sebelumnya pada Rabu pagi, seorang warga syahid dan lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menargetkan sekelompok warga ketika mereka berusaha membersihkan puing-puing rumah mereka di Jalan Old Gaza di kota Jabalia, sebelah utara Jalur Gaza. 

Kementerian Kesehatan di Gaza mencatat jumlah korban jiwa dan terluka dalam agresi Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza sejak dimulainya serangan pada 7 Oktober 2023 masing-masing telah meningkat menjadi 72.562 dan 172.320 orang.

Di Tepi Barat, jumlah warga Palestina yang syahid akibat serangan pemukim ilegal Israel sejak awal tahun ini meningkat menjadi 15 orang. Angka inj menyusul pengumuman pembunuhan pemuda Odeh Atef Awawdeh di kota Deir Dibwan, sebelah timur Ramallah, Rabu. 

Menurut data yang dikeluarkan Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok, total sejak 7 Oktober 2023 50 orang Palestina syahid dibunuh pemukim. Ketua Komisi, Moayyad Shaaban, mengatakan peningkatan serangan penjajah di kota-kota timur Ramallah mencerminkan percepatan serangan terorganisir yang menargetkan warga dan tanah mereka.

Dia menekankan bahwa kejahatan-kejahatan ini dilakukan di bawah perlindungan langsung pasukan pendudukan Israel, dalam kebijakan yang bertujuan untuk memaksakan fakta-fakta kolonial baru di lapangan. Awawdeh terbunuh setelah menderita luka kritis akibat tembakan penjajah selama serangan di Deir Dibwan hari ini.

Sumber lokal mengatakan kelompok penjajah menyerang pinggiran kota dan melepaskan tembakan ke arah warga, menembak dan melukai punggung Awawdeh. Ia dipindahkan dalam kondisi kritis ke Kompleks Medis Palestina di Ramallah, sebelum kemudian dinyatakan meninggal karena luka-lukanya. 

Pada hari Selasa, anak berusia 14 tahun Aws Hamdi Al-Na’san dan Jihad Marzouq Abu Naim yang berusia 32 tahun syahid, dan lainnya terluka oleh peluru tajam dalam serangan penjajah di Sekolah Anak Laki-Laki Al-Mughayyir, timur laut Ramallah. Mohammed Majdi Al-Jabari (16 tahun) juga syahid setelah ditabrak kendaraan penjajah di Hebron. 

Menurut Komisi, sebanyak 1.819 serangan dilakukan oleh pasukan pendudukan dan penjajah pada bulan Maret, termasuk 1.322 serangan oleh pasukan pendudukan dan 497 serangan oleh penjajah. 

Laporan tersebut mencatat bahwa Hebron mencatat jumlah serangan tertinggi, dengan total 321 serangan, diikuti oleh Nablus dengan 315 serangan, Ramallah dan al-Bireh dengan 292 serangan, dan Yerusalem dengan 203 serangan, yang menyoroti pola jelas penargetan sistematis terhadap wilayah-wilayah tersebut.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|