REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Seorang pejabat tinggi Iran, dalam pernyataannya kepada Aljazeera pada Kamis (8/5/2026), mengancam bahwa negaranya akan menargetkan kepentingan Israel dan Amerika Serikat di kawasan apabila Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran.
Pejabat tersebut mengatakan, tidak tertutup kemungkinan Israel melakukan tindakan nekat terhadap Iran.
Dia menegaskan, respons Teheran nantinya akan menyasar kepentingan Israel dan Amerika Serikat secara bersamaan di kawasan Timur Tengah.
Dia juga menekankan bahwa Iran tidak menerima pembagian peran antara Israel dan Amerika Serikat dalam konflik tersebut.
Ancaman itu muncul di tengah berkembangnya kabar bahwa Washington dan Teheran semakin dekat mencapai nota kesepahaman.
Pada saat yang sama, Lebanon dan Israel juga dijadwalkan memulai perundingan langsung pekan depan, sementara Israel disebut berupaya menghambat jalannya proses diplomasi.
Menurut sejumlah analis, salah satu upaya terbaru Israel untuk menggagalkan negosiasi adalah serangan udara ke Beirut—yang pertama sejak gencatan senjata berlaku pada pertengahan April lalu.
Militer Israel mengklaim berhasil menewaskan komandan Pasukan Ridwan milik Hizbullah, Malik Ballout.

1 week ago
21











































