Investasi Gunungkidul Rp394 Miliar Mei 2026, Industri Jadi Primadona

8 hours ago 3

Investasi Gunungkidul Rp394 Miliar Mei 2026, Industri Jadi Primadona

Foto ilustrasi investasi. - Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Realisasi investasi Gunungkidul menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Hingga akhir Mei, total investasi yang masuk ke Kabupaten Gunungkidul telah mencapai Rp394,04 miliar atau hampir setengah dari target investasi yang ditetapkan pemerintah daerah tahun ini.

Besarnya nilai investasi tersebut didorong oleh tingginya minat pelaku usaha menanamkan modal di berbagai sektor strategis. Dari sejumlah bidang usaha yang berkembang, sektor industri menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp170,29 miliar.

Penata Perizinan Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Mugiyanto, mengatakan pertumbuhan investasi di Bumi Handayani masih menunjukkan perkembangan yang baik.

Pada 2026, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menargetkan investasi masuk sebesar Rp858.560.738.846. Hingga akhir Mei, realisasi yang tercatat telah mencapai Rp394.047.185.513 atau sekitar 45,90 persen dari target tahunan.

"Tahun 2026, investasi yang masuk ditarget sebesar Rp858,5 miliar. Hingga akhir Mei sudah terealisasi 45,90%," kata Mugiyanto, Sabtu (6/6/2026).

Menurut dia, capaian tersebut berasal dari laporan yang tercatat melalui sistem Online Single Submission (OSS) sebesar Rp373.738.926.972. Adapun sisanya sebesar Rp20.308.258.541 berasal dari data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Sektor Industri Sumbang Investasi Terbesar

Mugiyanto menjelaskan sektor industri masih menjadi bidang usaha yang paling diminati investor di Gunungkidul. Nilai investasi yang masuk ke sektor ini mencapai Rp170.296.962.513 atau menjadi penyumbang terbesar dibanding sektor lainnya.

Setelah sektor industri, investasi terbesar berikutnya berasal dari sektor perdagangan yang mencapai Rp96,02 miliar. Selanjutnya sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyumbang Rp51,68 miliar, sektor pertanian Rp32,16 miliar, serta sektor pariwisata sebesar Rp29,7 miliar.

Sementara itu, investasi lainnya berasal dari sektor pendidikan, koperasi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta berbagai bidang usaha lainnya.

"Masih bisa terus bertambah karena kami yakin banyak pemilik modal yang ingin berinvestasi di Gunungkidul. Kami juga yakin target investasi tahun ini dapat terlampaui," ujarnya.

Realisasi Investasi 2025 Lampaui Target

Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, mengatakan optimisme terhadap pencapaian target tahun ini didasarkan pada tren investasi yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai gambaran, sepanjang 2025 realisasi investasi di Gunungkidul mencapai Rp851.746.764.728. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp831.433.160.822.

"Targetnya Rp831.433.160.822, tapi realisasinya bisa melebihi angka yang dibebankan di awal 2025," kata Aldian.

Pada 2025, sektor pertanian dan peternakan menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp174 miliar. Disusul sektor pariwisata sebesar Rp170 miliar, perdagangan Rp159 miliar, kesehatan Rp137 miliar, dan sektor industri sebesar Rp115 miliar.

Tersebar di 8.127 Proyek pada 18 Kapanewon

Aldian menjelaskan investasi yang terealisasi pada 2025 tersebar dalam 8.127 proyek yang berada di 18 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul.

Kapanewon Wonosari menjadi wilayah dengan jumlah proyek terbanyak, yakni mencapai 1.660 proyek. Posisi berikutnya ditempati Kapanewon Playen dengan 1.049 proyek, Kapanewon Semanu sebanyak 568 proyek, dan Kapanewon Ponjong dengan 530 proyek.

Adapun sebanyak 4.320 proyek lainnya tersebar di 13 kapanewon lain di wilayah Gunungkidul.

"Sisanya sebanyak 4.320 proyek tersebar di 13 kapanewon lain di Kabupaten Gunungkidul," katanya.

Menurut Aldian, tingginya investasi yang masuk menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi di Gunungkidul terus bergerak dan semakin produktif. Dampaknya tidak hanya terlihat dari bertambahnya kegiatan usaha, tetapi juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Dampaknya sangat luas mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga laju pertumbuhan ekonomi yang semakin baik," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|