India Protes Keras AS Usai Serangan Kapal di Teluk Oman

5 hours ago 6

India Protes Keras AS Usai Serangan Kapal di Teluk Oman

Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Ketegangan diplomatik antara India dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah insiden serangan terhadap sebuah kapal di kawasan Teluk Oman yang menewaskan tiga pelaut asal India. Peristiwa ini memicu respons keras New Delhi di tengah memburuknya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar menyampaikan bahwa protes resmi telah disampaikan kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, baik melalui jalur diplomatik maupun melalui unggahan di platform X pada Jumat.

“Saya kembali menegaskan protes keras India atas serangan Angkatan Laut AS di kawasan Teluk yang menewaskan tiga pelaut India,” kata Jaishankar.

Ia menegaskan bahwa serangan terhadap kapal niaga tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun dan menjadi perhatian serius pemerintah India, terutama karena korban merupakan warga negara India yang sedang bertugas di jalur pelayaran internasional.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri India juga telah memanggil Kuasa Usaha Amerika Serikat di New Delhi, Jason Meeks, untuk menyampaikan protes resmi serta meminta klarifikasi terkait operasi militer yang terjadi di wilayah Teluk Oman.

Di sisi lain, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (US Central Command) pada Kamis menyatakan bahwa pihaknya telah melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak berbendera Guinea-Bissau di Teluk Oman. Kapal tersebut diduga melanggar blokade terhadap Iran sehingga menjadi target operasi militer Amerika Serikat.

Ketegangan di kawasan tersebut meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang dan memperburuk situasi keamanan regional.

Washington dan Teheran kemudian menyepakati gencatan senjata pada 7 April yang hingga kini masih dinyatakan berlaku secara resmi. Meski demikian, kedua pihak masih menjalankan proses perundingan untuk menyusun kerangka nota kesepahaman, sementara laporan menyebutkan bahwa insiden berskala terbatas masih sesekali terjadi di kawasan tersebut.

Perkembangan situasi ini terus menjadi perhatian komunitas internasional mengingat posisi Teluk Oman sebagai jalur pelayaran strategis global serta titik penting distribusi energi dunia yang berpotensi terdampak oleh eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang masih berlangsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|