Ikhtiar Bupati dan Warga Indramayu Meminta Hujan Turun Lewat Shalat Istisqo

1 hour ago 3

Ilustrasi shalat istisqa.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Musim kemarau panjang saat ini membuat Kabupaten Indramayu dan sekitarnya mengalami kekeringan. Sumur warga kering dan sawah tak terairi. Sebagai bentuk ikhtiar, Pemkab Indramayu menggelar sholat sunnah Isitisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau.

Sholat Istisqo digelar di lapangan Masjid Besar Baiturrahman Kecamatan Anjatan, Jumat (24/7/2026). Bupati Indramayu, Lucky Hakim hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi sekretaris daerah, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, Kementerian Agama, BAZNAS, serta ratusan masyarakat dan petani yang memadati lokasi pelaksanaan salat.

Usai melaksanakan sholat Istisqa, seluruh jamaah mengikuti khutbah yang disampaikan imam. Selanjutnya, dilakukan doa bersama memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan untuk Kabupaten Indramayu yang saat ini mengalami kekeringan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lucky Hakim pun mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat ikhtiar lahir dan batin dalam menghadapi dampak musim kemarau. Lucky menjelaskan, sebagian besar lahan pertanian di Kabupaten Indramayu masih berupa sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan. Akibatnya, banyak petani yang terpaksa menunda masa tanam, bahkan sebagian mengalami gagal tanam.

“Saat ini petani mengalami kekurangan air,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama BBWS dan Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai langkah teknis untuk mengatasi kekeringan. Mulai dari perbaikan jaringan irigasi, optimalisasi sumber-sumber air, hingga pembangunan pompa satelit. 

“Namun kita juga harus menyadari bahwa semua ini adalah ikhtiar. Selebihnya kita serahkan kepada Allah SWT. Mudah-mudahan Allah mendengar doa kita, mengumpulkan awan, dan segera menurunkan hujan di Kabupaten Indramayu,” ungkapnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|