FOTO DOKUMEN. Presiden dan Wakil Presiden Terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto (kiri) dan Gibran Rakabuming Raka menyampaikan keterangan pers seusai Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Pemilu Tahun 2024 di Jakarta, Rabu (24/4/2024). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Harianjogja.com, JAKARTA—Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tercatat tetap tinggi di tengah tekanan geopolitik dan ekonomi global. Survei terbaru menunjukkan persepsi positif ini menjadi salah satu penopang stabilitas nasional.
Hasil survei nasional yang dirilis Poltracking Indonesia mencatat tingkat kepercayaan publik mencapai 75,1 persen. Angka tersebut dinilai sebagai modal penting bagi pemerintah dalam menjaga kondisi politik dan ekonomi tetap terkendali.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menyebut capaian ini menunjukkan daya tahan persepsi publik di tengah situasi global yang tidak menentu.
“Kalau kita perhatikan dari angka ini para pemirsa, jadi 75 persen, 75,1 persen publik di Indonesia percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Ini tentu menjadi modal politik persepsi publik yang baik bagi pemerintah karena di tengah ketegangan isu global,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Selain itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah juga tercatat tinggi, yakni sebesar 74,1 persen. Sementara kepuasan terhadap Presiden secara personal berada di angka 74,9 persen.
“Angkanya di 74,1 persen publik puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Temuan ini saya kira cukup menarik juga,” katanya.
Program Sosial Jadi Penopang Kepuasan
Survei tersebut juga mengungkap sejumlah faktor yang mendorong kepuasan publik. Program makan bergizi gratis menjadi kontributor terbesar dengan sekitar 23 persen, diikuti bantuan pemerintah sebesar 13,8 persen serta persepsi kepemimpinan yang dinilai tegas.
Di sisi lain, stabilitas sosial juga dinilai terjaga. Sebanyak 77,8 persen responden menilai positif kerukunan antarumat beragama, sementara sekitar 69 persen menilai kondisi keamanan dan persatuan nasional tetap baik.
Kombinasi tingkat kepercayaan dan kepuasan yang tinggi ini menunjukkan legitimasi publik terhadap pemerintah masih kuat, sekaligus menjadi fondasi dalam menghadapi dinamika global.
Survei ini dilakukan pada 2–8 Maret 2026 terhadap 1.220 responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, dengan metode stratified multistage random sampling. Margin of error tercatat sebesar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh enumerator terlatih, dengan validasi berbasis data sensus Badan Pusat Statistik 2020 serta sistem verifikasi berlapis, termasuk spot check, panggilan ulang, dan teknologi berbasis geolokasi untuk memastikan akurasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara

















































