Tim Jibom Gegana Brimob Polda DIY saat memusnahkan satu granat manggis yang ditemukan tersimpan di dalam peti kayu di rumah warga Caturharjo, Sleman, Senin (13/4/2026). - Istimewa - Polresta Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Satu buah granat jenis manggis yang sempat tersimpan di rumah warga di Mangunan, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman, akhirnya dimusnahkan oleh tim penjinak bom. Proses peledakan dilakukan setelah benda berbahaya itu diamankan sesuai prosedur.
Granat tersebut sebelumnya ditemukan di dalam peti kayu di rumah seorang perempuan berinisial RRS, 70, di Mangunan, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman. Penemuan ini sempat tertunda pelaporannya karena bertepatan dengan momen Lebaran.
Kasi Humas Polresta Sleman, Argo Anggoro, menjelaskan granat itu pertama kali dilaporkan oleh menantu pemilik rumah pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
"Ditemukan sebuah granat yang disimpan di peti kotak kayu," ujarnya.
Laporan tersebut diteruskan ke Polsek Sleman, yang kemudian berkoordinasi dengan Tim Jibom Gegana Brimob Polda DIY untuk penanganan lebih lanjut.
Sebelum dimusnahkan, granat sempat diamankan di Polresta Sleman dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan bahan peledak. Proses pemusnahan dilakukan pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di Mangunan, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman.
"Menurut informasi, granat tersebut disimpan oleh almarhum suami pelapor yang merupakan purnawirawan TNI AD," kata Argo.
Penemuan Sempat Tertunda Dilaporkan
Granat tersebut sebenarnya telah diketahui keberadaannya sejak 22 Maret 2026. Namun, karena bertepatan dengan suasana Lebaran, penemuan itu baru dilaporkan beberapa waktu kemudian.
Kondisi ini membuat granat sempat tersimpan di dalam rumah sebelum akhirnya ditangani aparat.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak panik jika menemukan benda mencurigakan yang diduga bahan peledak. Warga diminta tidak menyentuh atau memindahkan benda tersebut, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang.
"Kepolisian mengimbau jika menemukan benda yang dicurigai sebagai granat atau bahan peledak lainnya, masyarakat diminta untuk tidak panik dan mengikuti prosedur keamanan. Jangan menyentuh, mengotak-atik, dan segera mengamankan area serta melaporkan kepada kepolisian," tegasnya.
Temuan Granat Berulang di Sleman dari Rumah hingga Sungai
Berdasarkan catatan Harian Jogja, setahun sebelumnya, pada 2025, temuan serupa terjadi di Dusun Gaten, di Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Tempel. Sebuah granat nanas aktif ditemukan di dalam lemari rumah warga dan diduga merupakan peninggalan purnawirawan Polri yang pernah bertugas di Timor Timur.
Kasus ini juga memiliki pola serupa, yakni benda berbahaya sempat disimpan sebelum akhirnya dilaporkan, bahkan ditemukan saat momen Lebaran. Granat tersebut kemudian dijinakkan dan diledakkan di lokasi aman oleh aparat.
Berbeda dengan dua kasus tersebut, temuan pada 2016 di wilayah Sleman terjadi saat aktivitas pekerjaan di area bangunan warga.
Granat yang ditemukan dalam kondisi aktif itu berada bersama amunisi lain dan sempat menimbulkan risiko tinggi karena tidak tersimpan, melainkan terpendam di lokasi proyek.
Sementara itu, pada 2011, granat nanas aktif juga ditemukan di Sungai Boyong, di Krikilan, Kapanewon Ngaglik, oleh penambang pasir. Granat tersebut diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II dan langsung diamankan serta dimusnahkan oleh tim Gegana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































