Hakikat Rumah Tangga adalah Ladang Ibadah

4 hours ago 4

ILUSTRASI Pasangan suami dan istri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berumah tangga bagi seorang Muslim tidak hanya didasari oleh sebuah kebutuhan akan fitrah untuk hidup berpasangan dengan lawan jenis. Lebih dari itu, berumah tangga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ibadah dan dakwah.

Sebagai ibadah, berumah tangga merupakan sarana untuk meningkatkan dan menyempurnakan keimanan kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda, ''Barang siapa menikah, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan separuh iman. Karena itu, hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang tersisa'' (HR Thabrani).

Rumah tangga hendaknya menjadi ladang ibadah, bahkan hingga ujung usia. Sebagai pasangan, suami dan istri hendaknya saling mendukung untuk menumbuhkan kebaikan, baik di dalam maupun luar rumah. Dalam setiap kesabaran, kata maaf yang terucap, ikhtiar menjaga keutuhan rumah tangga, itu semua merupakan ibadah yang insya Allah mendatangkan pahala yang besar.

Hal itu khususnya bagi suami sebagai pemimpin rumah tangga. Ia harus mampu membimbing istri dan anak-anaknya agar tetap dalam ajaran Islam. Lebih dari itu, ia pun mesti menunjukkan teladan dalam kebaikan.

Rasulullah SAW bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

"Orang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya."

Adapun sebagai dakwah, berumah tangga merupakan sarana untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan takwa serta berlomba dalam memberikan contoh terbaik. Dakwah dalam konteks ini tidak hanya antara suami, istri, dan anak. Namun, juga meliputi bagaimana keluarga yang dibentuk dapat menjadi teladan bagi keluarga lainnya dan masyarakat pada umumnya.

Adalah kenyataan bahwa setiap pasangan suami-istri selalu memiliki kekurangan dan kelebihannya. Kekurangan istri atau suami adalah sarana dakwah bagi pasangan masing-masing untuk melengkapi dan menutupi kekurangan tersebut.

sumber : Hikmah Republika oleh Mulyana

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|