REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengibaran bendera Zionis Israel di Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, Palestina merupakan bentuk penghinaan terhadap negara dan seluruh masyarakat Indonesia. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Indonesia Dino Patti Djalal menegaskan, atas nama masyarakat Indonesia, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus memprotes keras atas pengibaran bendera Zionis Israel pada rumah sakit yang dibangun dari uang rakyat Indonesia untuk membantu masyarakat di Gaza itu.
Dino mengaku belum membaca detail, dan melihat langsung dokumentasi, ataupun video-video terkait pengibaran bendera Zionis Israel di Rumah Sakit Indonesia di Gaza itu. Akan tetapi, kata Dino, jika kabar pengibaran bendera Zionis Israel tersebut benar, merupakan bentuk nyata dari aksi melukai Indonesia.
“Saya akan mencari tahu kabar itu. Tetapi yang jelas, jika itu terjadi, itu tidak boleh. Rumah Sakit Indonesia di Gaza, harus dikuasai oleh Indonesia, dan apabila itu ada bendera Israel, itu adalah suatu penghinaan yang sangat luar biasa terhadap martabat, dan niat baik dari masyarakat Indonesia dalam mendirikan rumah sakit itu, untuk menolong warga di Gaza, Palestina,” ujar Dino di Kampus Universitas Atma Jaya, di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Belakangan merebak di pemberitaan internasional, dan di media sosial (medsos) tentang aksi Zionis Israel yang menguasai seluruh bangunan dan wilayah Rumah Sakit Indonesia di Bait Lahia, Gaza.
Dalam dokumentasi dan pemberitaan itu, tampak bendera Zionis Israel yang berkibar di lantai atas pada bangunan Rumah Sakit Indonesia. Pun di dinding luar lantai atas Rumah Sakit Indonesia itu terpasang bendera panjang Zionis Israel dengan tulisan Ibrani yang menjelaskan tentang operasi penjajahan terhadap masyarakat Palestina di Gaza. Tulisan tersebut jika diartikan berbunyi, ‘Lihat, bangsa yang bangkit seperti singa, dan seperti singa ia mempertahankan dirinya’.
Rumah Sakit Indonesia di Gaza, berada di sebelah utara wilayah Bait Lahia. Rumah sakit itu berdiri di atas kahan seluas 16 ribu meter persegi yang disumbangkan oleh masyarakat Gaza untuk Indonesia pada 2011. Pada tahun itu juga, pemerintah Indonesia melalui partisipasi seluruh masyarakat Indonesia turut menyumbangkan uang agar di lahan pemberian itu dibangun fasilitas kesehatan yang dapat membantu masyarakat Palestina di Gaza. Pada 2016, Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla, atas nama masyarakat Indonesia meresmikan Rumah Sakit Indonesia di Gaza itu.
Pada 2023, setelah serangan perlawanan faksi bersenjata Hamas terhadap Zionis Israel, militer penjajahan berkali-kali menargetkan Rumah Sakit Indonesia. Kecaman internasional atas aksi militer penjajahan yang membombardir Rumah Sakit Indonesia itu tak pernah digubris. Zionis Israel mengepung wilayah rumah sakit tersebut dan beberapa kali melakukan operasi pembunuhan terhadap pasien-pasien sipil yang dirawat lantaran menjadi korban pembantain Zionis Israel.

4 hours ago
4
















































