Gunung Merbabu Kini Punya Shelter Darurat Berteknologi untuk Pendaki

2 hours ago 2

Jumali

Jumali Senin, 15 Juni 2026 17:07 WIB

Harianjogja.com, MAGELANG—Keselamatan pendaki di kawasan Gunung Merbabu kini mendapat dukungan fasilitas baru. Balai Taman Nasional (TN) Gunung Merbabu resmi mengoperasikan Shelter Emergency berbasis teknologi di Pos 3 Jalur Pendakian Suwanting, Dusun Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Fasilitas yang berdiri di ketinggian 2.738 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut diharapkan menjadi salah satu penguat sistem keselamatan pendakian sekaligus mendukung program Zero Accident yang terus didorong di kawasan konservasi tersebut.

Shelter darurat itu merupakan hasil kolaborasi antara Balai TN Gunung Merbabu, Arei Outdoor Gear, dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Suwanting Indah. Pembangunannya berlangsung pada 29 Mei hingga 10 Juni 2026 melalui skema pembiayaan bersama (cost sharing) sebelum akhirnya mulai dioperasikan.

Kepala Balai TN Gunung Merbabu, Anggit Haryoso, mengatakan kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko bagi pendaki yang beraktivitas di kawasan Gunung Merbabu.

“Pembangunan shelter emergency ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Kementerian Kehutanan dalam mewujudkan program Zero Accident di kawasan taman nasional. Kami berharap fasilitas ini dapat meningkatkan keselamatan pendaki sekaligus menjadi momentum untuk menciptakan pendakian yang lebih aman, nyaman, dan bertanggung jawab,” ujar Anggit dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).

Shelter ini dirancang sebagai tempat perlindungan sementara bagi pendaki yang menghadapi situasi darurat, seperti cuaca buruk, hipotermia, tersesat di jalur pendakian, maupun mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju puncak.

Selain menjadi lokasi perlindungan sementara, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai titik evakuasi awal sebelum pendaki mendapatkan penanganan lebih lanjut dari petugas penyelamat.

Keunggulan utama shelter ini terletak pada dukungan teknologi yang terpasang di dalamnya. Fasilitas tersebut dilengkapi panel listrik tenaga surya, kamera pengawas (CCTV), jaringan internet atau Wi-Fi, perangkat komunikasi radio (RIG), hingga sistem penangkal petir.

Keberadaan CCTV memungkinkan petugas memantau kondisi cuaca dan aktivitas pendakian secara real time. Dengan demikian, pengawasan terhadap jalur pendakian dapat dilakukan lebih cepat saat terjadi kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan pendaki.

Anggit mengingatkan para pendaki agar ikut menjaga fasilitas yang telah tersedia. Menurutnya, keberadaan shelter hanya akan memberi manfaat jangka panjang apabila seluruh pengguna turut menjaga kebersihan dan tidak melakukan perusakan.

“Kami mengimbau para pendaki untuk menggunakan fasilitas ini dengan bijak, tidak merusak, tidak melakukan vandalisme, serta menjaga kebersihan lingkungan. Mari bersama-sama menjaga kawasan ini dan meninggalkan jejak kebaikan, bukan sampah,” katanya.

Dukungan terhadap pembangunan shelter juga datang dari masyarakat sekitar kawasan pendakian. Kepala Dusun Suwanting, Sutopo, menyebut keterlibatan warga dalam pembangunan fasilitas tersebut menjadi wujud kolaborasi antara masyarakat dan pengelola kawasan konservasi.

“Kami mendukung penuh upaya peningkatan keselamatan pendaki. Ini juga menjadi bentuk peran aktif masyarakat dalam menjaga dan mengelola kawasan Gunung Merbabu secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan beroperasinya Shelter Emergency berbasis teknologi ini, TN Gunung Merbabu berharap standar keselamatan pendakian semakin meningkat. Ke depan, fasilitas tersebut akan dikelola sebagai Barang Milik Negara (BMN) sesuai ketentuan yang berlaku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|