Gempa Sulteng, Satu Orang Meninggal dan 312 Warga Terdampak

4 hours ago 4

Gempa Sulteng, Satu Orang Meninggal dan 312 Warga Terdampak

Seismograf gempa bumi - Ilustrasi/StockCake

Harianjogja.com, PALU—Dampak gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu warga meninggal dunia di Kabupaten Sigi, sekaligus menjadi korban jiwa pertama yang tercatat akibat bencana tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan laporan tersebut dihimpun hingga pukul 19.00 WIB.

“Berdasarkan laporan yang dihimpun hingga pukul 19.00 WIB, satu warga dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Sigi,” kata Abdul Muhari dalam keterangan resmi, Selasa.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 6,7 itu berpusat di darat pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan dan 120,24 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Pusat gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.

Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat jumlah warga terdampak terus bertambah. Hingga Selasa malam, sedikitnya 312 jiwa atau 110 kepala keluarga terdampak gempa yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah.

Kabupaten Sigi menjadi daerah dengan dampak paling besar. Sebanyak 272 jiwa atau 89 kepala keluarga terdampak. Di wilayah ini juga tercatat 22 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.

Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong mencatat 40 warga terdampak yang berasal dari 21 kepala keluarga. Di Kota Palu, dua warga dilaporkan mengalami luka ringan, sedangkan satu warga di Kabupaten Poso mengalami luka akibat peristiwa tersebut.

Kerusakan bangunan juga terus bertambah seiring proses pendataan yang dilakukan petugas di lapangan.

BNPB mencatat sedikitnya 67 rumah terdampak gempa. Rinciannya, 26 rumah mengalami rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah mengalami rusak berat.

Kerusakan terbanyak kembali ditemukan di Kabupaten Sigi. Sebanyak 47 rumah terdampak dengan rincian 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Tidak hanya permukiman warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Di Kabupaten Sigi tercatat enam rumah ibadah terdampak, dua gedung perkantoran mengalami kerusakan, satu jembatan terdampak, serta satu unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengalami kerusakan.

Di Kabupaten Poso terdapat lima rumah terdampak, tiga di antaranya mengalami rusak ringan. Sementara di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 15 rumah terdampak akibat guncangan gempa.

Adapun di Kota Palu, kerusakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III yang mengalami retakan. Selain itu, satu fasilitas umum, satu hotel, dan satu tempat usaha juga terdampak gempa.

BMKG juga mencatat aktivitas gempa susulan masih terjadi hingga sore hari. Hingga pukul 14.00 WIB, telah terdeteksi sebanyak 55 kali gempa susulan di sekitar lokasi gempa utama.

Pemerintah daerah bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait masih melakukan asesmen lanjutan serta penanganan darurat untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dan proses pemulihan berjalan optimal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|